Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Bagaimana dengan hidupmu ?

Banyak hal telah kita ketahui dan kadang hal itu tidak bisa dipahami orang
lain sementara kita harus tetap bungkam, menjaga perasaan mereka. Dilema. Kita
juga harus siap dikatakan ‘gila’ karena pengetahuan tentang hal itu. Tapi
apa salah kita ? Apakah telinga kita yang mendengar harus dipotong, otak kita
yang merealisasikan harus dipecahkan dan hati kita yang memaknai harus
dicangkok ?

Kita lemah diremuk hidup. Mengandalkan kematian yang selalu menjadi misteri.
Atau kebaikan Tuhan yang sering kita manipulasi dengan Maha Pengasih dan
Penyayang. Sementara itu tidak pantas menyalahkan siapapun selain diri kita.

Bagaimana dengan norma ? Nurani kita pernah berkata bahwa sesuatu itu tak perlu
terjadi. Kita sangat mengerti bahwa nurani bebas dari kejahatan. Tapi kita baru
sadar bahwa nafsu adalah cacatnya jiwa. Dan kita pun mulai menyalahkan
keberadaan diri.

Dibalik penderitaan sering kita berusaha menggantungkan hidup di langit langit
jiwa yang sebenarnya semu. Mengharap pengertian. Berusaha terlibat dalam
euforia. Tapi ketika kita mencoba kembali pulang, rumah kita sudah hilang.
Berapa lama kita harus mencarinya ?

Sering juga kita terlibat dengan keberadaan orang lain, berusaha untuk menjadi
satu atau berpura pura menjadi satu. Tiada henti mengikuti langkah mereka. Tapi
kita sering terjebak dibalik kesetiaan. Apa yang telah terjadi saat kita dan
mereka berada dalam perbedaan yang sebelumnya telah direalisasikan sebagai
kelebihan ?

Menurut kita kesendirian adalah yang terbaik. Momen untuk memuji diri karena
kelebihan yang kita miliki atau mengutuk setiap perbuatan yang menentang
nurani. Tapi mengapa sering berakhir dengan kekecewaan kepada hidup ?

Jiwa ‘gila’ kita selalu terbang mencari sesuatu yang membingungkan. Sering
juga tertangkap awan basah yang meluluhlantakkan semangat dan pengorbanan. Hati
kita kadang bertanya, ‘Mengapa aku harus hidup ?’

Sekarang kita terduduk mencoba menata kembali puing puing kekuatan. Kadang
bersandar pada nasib. Kita sudah sering terbangun di malam hari dan mengais di
pagi hari. Berharap ada yang bisa membawa kita kepada makna hakiki hidup.
Pekerjaan kita masih banyak. Kita harus bisa membedug jalan kehidupan dan
kematian, bukan dengan langkah yang hening.

========================================
Pengirim : dyas
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Bagaimana kalau kita tahu?
  2. Aku tak tahu pasti, bagaimana?
  3. Bagaimana kita berpikir dan melihat?
  4. Serakah dengan waktu
  5. Bagaimana bisa begini?
  6. Rindu akan kebersamaan dengan Dia
  7. Bercinta dengan kehidupan
  8. Keangkuhan
  9. Dua Hidupmu
  10. Berpelukan Mesra Dengan Kesedihan
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Beriman bukanlah kata-kata

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal [Read More]

Kereta langit
Kereta langit

Konon kabarnya, di langit kita tinggallah seseorang. Ia mempunyai sebuah kereta yang siap diluncurkan kapan saja dan [Read More]

Negeriku

Ketika dunia sudah bertambah tua manusia malah semakin menjadi beramai ramai menghancurkan bumi tempat dia dilahirkan [Read More]

Kisah Frank

Rapat Direksi baru saja berakhir. Bob mulai bangkit berdiri dan menyenggol meja sehingga kopi tertumpah keatas catatan [Read More]

Sakit Hati

satu hal lagi yang kupelajari dari peristiwa sky is falling dan pembenarannya selain persimpangan adalah hakekat sebuah [Read More]

Sang Pemerkosa Menebus Dosa

Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa 17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama [Read More]

Penjara Pikiran

Di British Columbia, dibangun sebuah penjara baru untuk menggantikan penjara Fort Alcan lama yang sudah digunakan untuk [Read More]

Jendral yang selalu menang

Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena [Read More]

Sukses dalam tujuan

dalam hidup ini harus dapat menerima apa adanya Orang ingin sukses hendaknya pantang menyerah memusatkan tujuannya Niat [Read More]

Manusia yang baik

Bismillahirrohmanirrokhim Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh “ Manusia yang baik “ Dengan [Read More]