Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Wednesday February 8th 2012

Tebakan Daeng

Daeng dan Jomroon adalah dua bersaudara yangtinggal di sebuah desa di
pinggir sungai Chao Phya, dekat kota Bangkok. Keduanya menuntut ilmu di sekolah
yang sama. Guru mereka sama pula.

Setamat belajar mereka pun pergi ke Bangkok mencari pekerjaan. Dalam perjalanan
mereka lintasi sebuah hutan belantara. Di tengah hutan Daeng melihat jejak
kaki seekor gajah.

Cetusnya, “Kang, ini jejak kaki seekor gajah jantan yang mata kirinya buta.”

Sahut Jomroon, “Dari mana kautahu hal itu Dik? Setahuku, gajah itu berjalan
dari selatan ke utara.”Daeng tidak mau melukai perasaan abangnya. Ia tidak
meneruskan perkataannya.

Belum jauh mereka melanjutkan perjalanan, kelihatan oleh mereka seekor gajah
jantan sedang makan pisang.
Melihat kedatangan kedua orang itu sang gajah mengangkat belalainya
tinggi tinggi dan mengeluarkan suara mendengking.

Gajah itu lalu berlari ke hutan. Jomroon sempat melihat gajah itu buta mata
kirinya. Katanya dalam hati, “Mengapa Daeng bisa menebak tepat? Apakah dia
lebih pandai daripada aku? Kita bersekolah di tempat sama. Gurunya sama.
Mengikuti bahan ujian sama pula.”

Setelah bekerja selama sekitar 2 tahun di Bangkok, Daeng dan Jamroon berlibur
ke kampung. Sampai di desa mereka menengok bekas guru mereka.

Sementara duduk bersama, Jomroon mengisahkan pada gurunya tentang pertemuan
mereka dengan seekor gajah buta.Tanyanya, “Mengapa Daeng tahu bahwa gajah itu
jantan dan buta sebelah matanya?”

Sang guru lalu memandang Daeng. Katanya, “Daeng, ceritakan kepada Jomroon
bagaimana kau tahu ihwal gajah itu.”
Kata Daeng, “Pertama, saya lihat pepohonan di kedua sisi jalan tergores gading.
Hanya gajah jantan yang memiliki gading. Kedua, jejak kaki di kiri lebih dalam
dari di kanan. Berarti ia buta mata kirinya.”

Sang guru pun lalu memberi nasihat kepada Jamroon, “Nah, kau lihat apa yang
kaupelajari di sekolah saja tidak cukup. Kau harus lebih banyak belajar dari
pengalaman.”
(kuncung.com)

========================================
Pengirim : Conan
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Gajah Pingsan
  2. Si Buta dan Si Lumpuh
  3. Orang orang Buta dan Seekor Gajah
  4. Tebakan jitu
  5. Komunis
  6. Tebakan Titanic dan Kakatua
  7. Penghayatan dalam Bercinta
  8. Tebakan Kapal Selam
  9. Guru Bahasa Vs Murid SD
  10. Di Bawah Kaki Tukang Sapu
Previous Topic:

Cerita sejenis

Teman ?

Awalnya pertemanan kita cukup sehat ..kita sahabatan..ada gw sendiri(tika),ada [Read More]

Mata Kuliah “Politik Cinta”

Mata kuliah politik, pertemuan pertama. Jurusan gw di gabung sama jurusan komunikasi. Gw liat di kanan depan ada [Read More]

Motor hondaku

Kadang gw kasihan liat motor Honda gw sendiri, hampir-hampir gak di rawat, di service dan di mandiin jg jarang. [Read More]

Maaf Aku Mencintaimu

Sebelum perkenalan dengannya Hidup ku sangat lah berjalan dengan baik, Aku Mempunyai keluarga, Sahabat, Karir, dan [Read More]

Aku Naik Haji

TEPAT pukul 15.45 Wib sore, pesawat terbangku baru tinggal landas meninggalkan Kota Palembang. Bandara Sultan Mahmud [Read More]

Ibda Binafsika

PAGI ini terasa sangat dingin sekali. Namun, tak menyurutkan niatku untuk mengambil wudhu, walau sedingin apa pun air [Read More]

Di Penghujung Tahun

Penghujung tahun akan segera tiba, namun apakah yang telah kita lakukan di tahun ini telah memiliki arti dalam [Read More]

My soulmate

Kurang nyaman sich kalau di kaitkan dengan budaya timur dimana kaum perempuan harusnya ada dalam posisi [Read More]

Pohon Nangka Tua

Tahun 1980 an daerah tempat tinggalku belum seramai sekarang. Masih sepi dan diliputi kisah mistik penduduknya. Setiap [Read More]

om….pimpaalaium….gammmbren

kosong…bukan berarti tidak bertempat. kosong di dipikiran termasuk mencapai dimensi lain dimana dunia bebas dari [Read More]