Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar

Sarikata.com adalah website yang berisi kumpulan cerita seru,cerita indonesia,cerita motivasi,cerita renungan,kata mutiara,cerita lucu,artikel yang selanjutnya terlengkap di Indonesia

Thursday May 17th 2012

Ayah Juga Lupa

Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan rambutmu yang keriting pirang lengket pada dahimu yang lembab.Ayah menyelinap masuk seorang diri di kamarmu.Baru beberapa menit yang lalu, ketika Ayah sedang membaca Koran di ruang perpustakaan, satu sapuan sesal yang amat dalam menerpa.Dengan perasaan bersalah Ayah dating masuk menghampiri pembaringanmu.
Ada hal hal yang Ayah pikirkan, Nak: Ayah selama ini bersikap kasar padamu.Ayah membentakmu ketika kau sedang berpakaian hendak pergi ke sekolah karena kau Cuma menyeka mukamu sekilas dengan handuk.Lalu Ayah lihat kau tidak membersihkan sepatumu. Ayah berteriak marah tatkala kau melempar beberapa barangmu ke lantai.
Saat makan pagi Ayah menemukan kesalahan. Kau meludahkan makananmu. Kau menelan terburu buru makananmu. Kau meletakkan sikumu di atas meja. Kau mengoleskan mentega terlalu tebal di rotimu. Dan begitu kau baru mulai bermain dan Ayah berangkat mengejar kereta api, kau berpaling dan melambaiakn tangan sambil berseru, “Selamat jalan, ayah � dan Ayah mengerutkan dahi, lalu menjawab, “Tegakkan bahumu �
Kemudian semua itu berulang kembali pada sore hari. Begitu Ayah muncul dari jalan, Ayah segera mengamatimu dengan cermat, memandang hingga lutut, memandangmu yang sedang bermain kelereng. Ada lubang lubang di kaos kakimu.Ayah menghinamu di depan kawan kawanmu, lalu menggiringmu untuk pulang ke rumah.Kaus kaki mahal dan kalu kau yang membelinya, kau akan lebih berhati hati Bayangkan itu, Nak, itu keluar dari pikiran seorang ayah
Apakah kau ingat, nantinya, ketika Ayah sedang membaca di ruang perpustakaan, bagaimana kau dating dengan perasaan takut, dengan rasa terluka dalam matamu? Ketika Ayah serius memandang Koran, tidak sabar karena gangguanmu, kau jadi ragu ragu di depan pintu, “Kau mau apa?� semprot Ayah.
Kau tidaj berkata sepatah kata pun, melainkan berlari melintas dan melompat ke arah Ayah, kau melemparkan tanganmu melingkari leher saya dan mencium Ayah, tangan tanganmu yang kecil semakin erat memeluk dengan hangat, kehangatan yang telah Tuhan tetapkan untuk mekar di hatimu dan yang bahkan pengabaian sekalipun tidak akan melemahkannnya. Dan kemudian kau pergi, bergegas menaiki tangga.
Nah, Nak, sesaat setelah itu koran jatuh dari tangan Ayah, dan satu rasa takut yang menyakitkan menerpa Ayah. Kebiasaan apa yang sudah Ayah lakukan? Kebiasaan dalam menemukan kesalahan, dalam mencerca ini adalah hadiah Ayah untukmu sebagai seorang anak lelaki. Bukan berarti Ayah tidak mencintaimu; Ayah lakukan ini karena Ayah berharap terlalu banyak dari masa muda. Ayah sedang mengukurmu dengan kayu pengukur dari tahun tahun Ayah sendiri.
Dan sebenarnya begitu banyak hal yang baik dan benar dalam sifatmu. Hati mungil milikmu sama besar dengan fajar yang memayungi bukit bukit luas. Semua ini kau tunjukkan dengan sikap spontanmu saat kau menghambur masuk dan mencium Ayah sambil mengucapkan selamat tidur. Tidak ada masalah lagi malam ini, Nak. Ayah sudah dating ke tepi pembaringanmu dalam kegelapan, dan Ayah sudah berlutut di sana, dengan rasa malu
Ini adalah sebuah rasa tobat yang lemah; Ayah tau kau tidak akan mengerti hal hal seperti ini kalau Ayah sampaikan padamu saat kau terjaga. Tapi esok hari Ayah akan menjadi ayah sejati Ayah akan bersahabat karib denganmu, dan ikut menderita bila kau menderita, dan tertawa bila kau tertawa. Ayah akan menggigit lidah Ayah kalau kata kata tidak sabar keluar dari mulut Ayah. Ayah akan terus mengucapkannya kata ini seolah olah sebuah ritual : “ Dia Cuma seorang anak kecil anak lelaki kecil �
Ayah khawatir sudah membayangkanmu sebagai seorang lelaki. Namun, saat Ayah memandangmu sekarang, Nak, meringkuk berbaring dan letih dalam tempat tidurmu, Ayah lihat bahwa kau masih seorang bayi. Kemarin kau masih dalam gendongan ibumu, kepalamu berada di bahu ibumu. Ayah sudah meminta terlalu banyak, sungguh terlalu banyak.

HIKMAH : Seringkali kita mencerca orang tanpa melihat atau mengerti mengapa
Mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Hal itu jauh lebih elegan dan
Bermanfaat dan menarik minat daripada sebuah kritik yang menyakitkan
“Tuhan sendiri tidak menghakimi orang hingga tiba pada akhir hari harinya�
( Dr. Johnson )

MENGAPA SAYA DAN ANDA TIDAK MULAI MENCOBA MENGERTI ORANG LAIN?

Di sadur dari W. Livingstone Learned

========================================
Pengirim : tXn0
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Untuk Ayah…
  2. Ayah
  3. Ayah Baca Sampai Mati
  4. Maafkan aku Ayah
  5. Ayah, anak dan Burung Gagak
  6. Ayah dan Keledai
  7. Ayah yang Sibuk
  8. Dari ayah untuk Anaknya
  9. Ayah
  10. Sosok Ayah
Previous Topic:
Next Topic:

Leave a Comment

*

Cerita sejenis

Beriman bukanlah kata-kata

Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan [Read More]

Kereta langit
Kereta langit

Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan [Read More]

Negeriku

Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan [Read More]

Kisah Frank

Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan [Read More]

Sakit Hati

Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan [Read More]

Sang Pemerkosa Menebus Dosa

Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan [Read More]

Penjara Pikiran

Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan [Read More]

Jendral yang selalu menang

Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan [Read More]

Sukses dalam tujuan

Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan [Read More]

Manusia yang baik

Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan [Read More]

Sarikata.com adalah website yang berisi kumpulan cerita indonesia, cerita motivasi, cerita seru, cerita renungan, kata mutiara, cerita lucu, cerita pendek, cerita puisi, cerita dongeng, cerita astrology, cerita fabel, cerita humor, cerita iptek, cerita kasih / cinta, info kesehatan, cerita misteri, artikel renungan, artikel motivasi, artikel iptek, artikel kesehatan, artikel ilmu pengetahuan, artikel misteri yang terlengkap dan terbesar di Indonesia.

Kumpulan cerita seru,cerita indonesia,cerita motivasi,cerita renungan,kata mutiara,cerita lucu,artikel yang selanjutnya terlengkap di Indonesia