Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar

Sarikata.com adalah website yang berisi kumpulan cerita seru,cerita indonesia,cerita motivasi,cerita renungan,kata mutiara,cerita lucu,artikel yang selanjutnya terlengkap di Indonesia

Thursday May 17th 2012

Rindu Rosul

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh.

Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras.

Ia mempertanyakan mengapa daun daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang orang
menjelaskan bahwa mereka kasihan epadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,”
kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu.

Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.

Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal amal saya yang
kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”

Kisah ini saya dengar dari Kiai Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Alloh swt.

Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya.
Ia sangat bergantung pada rahmat Alloh.

Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw?

(“Rindu Rosul”, karangan Jalaluddin Rakhmat, penerbit Rosda Bandung, hal 31 33. cetakan pertama September 2001.)

========================================
Pengirim : Conan
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Gurau Rosul
  2. Purnama Rindu
  3. Rindu Nabi
  4. Hujan Rindu
  5. Pencuri dan Masjid
  6. Angin Lewat Rindu
  7. Di Pengadilan
  8. Rinduku Pada Rosul
  9. Lagu rindu seorang pengungsi
  10. Perempuan Perempuan
Previous Topic:
Next Topic:

Leave a Comment

*

Cerita sejenis

Delapan musuh setan

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah [Read More]

Ciptakan hidup sederhana

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah [Read More]

Benarkah

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah [Read More]

Perumpamaan

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah [Read More]

Pengobat DOSA dan MAKSIAT

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah [Read More]

Pengumpul Hadist Nabi

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah [Read More]

Sejarah Kehidupan

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah [Read More]

Apa arti Hidup

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah [Read More]

Tahajjud Hijacker

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah [Read More]

Menuju Puncak

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah [Read More]

Sarikata.com adalah website yang berisi kumpulan cerita indonesia, cerita motivasi, cerita seru, cerita renungan, kata mutiara, cerita lucu, cerita pendek, cerita puisi, cerita dongeng, cerita astrology, cerita fabel, cerita humor, cerita iptek, cerita kasih / cinta, info kesehatan, cerita misteri, artikel renungan, artikel motivasi, artikel iptek, artikel kesehatan, artikel ilmu pengetahuan, artikel misteri yang terlengkap dan terbesar di Indonesia.

Kumpulan cerita seru,cerita indonesia,cerita motivasi,cerita renungan,kata mutiara,cerita lucu,artikel yang selanjutnya terlengkap di Indonesia