Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Saturday February 4th 2012

Rindu Rosul

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh.

Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras.

Ia mempertanyakan mengapa daun daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang orang
menjelaskan bahwa mereka kasihan epadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,”
kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu.

Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.

Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal amal saya yang
kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”

Kisah ini saya dengar dari Kiai Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Alloh swt.

Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya.
Ia sangat bergantung pada rahmat Alloh.

Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw?

(“Rindu Rosul”, karangan Jalaluddin Rakhmat, penerbit Rosda Bandung, hal 31 33. cetakan pertama September 2001.)

========================================
Pengirim : Conan
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Gurau Rosul
  2. Purnama Rindu
  3. Rindu Nabi
  4. Hujan Rindu
  5. Pencuri dan Masjid
  6. Angin Lewat Rindu
  7. Di Pengadilan
  8. Lagu rindu seorang pengungsi
  9. Rinduku Pada Rosul
  10. Mei
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Delapan musuh setan

1.nabi muhammad 2.taat 2orang tua 3.alim menjalankan 4.hafal alquran 5.pemimpin adil 6.pedagang jujur 7.kaya yang [Read More]

Ciptakan hidup sederhana

ada salah satu cerita pada jaman dulu yaitu pada zaman para sahabat rosululloh saw. namanya adalah Suud bin Masud bin [Read More]

Benarkah

Banyak orang menghabiskan waktunya entah kemana dan dimana. Serba tidak jelas dan tidak tegas. Atau tegas pada [Read More]

Perumpamaan

Untuk itu kita akan melihat apakah rahasia Injl Kerajaan, sebagai : SEORANG PENABUR : Rahasia Injil Kerajaan [Read More]

Pengobat DOSA dan MAKSIAT

“Ambillah akar akar kefakiran, daun daun kesabaran, ranting ranting ketawadhuan, kuncup kuncup kekhusyuan, bunga [Read More]

Pengumpul Hadist Nabi

IMAM MALIK Nama penuhnya ialah Malik bin Anas. Dia berasal daripada suku Zi Asbah kaum Arab di Yaman. Beliau dilahirkan [Read More]

Sejarah Kehidupan

Sudah ditinggal Wafat oleh kedua orang tuanya dan mertuanya.Hidup dengan dua orang anak yang sudah gede2 dan kini [Read More]

Apa arti Hidup

seperti pepatah bilang bahwa.. “sakit adalah arti dari sehat” dengan sakit kita tahu bahwa begitu nikmatnya [Read More]

Tahajjud Hijacker

Sehabis maghrib aku masuk dalam sebuah cengkrama. Kali ini tentang sosok seorang tokoh yang memiliki pengikut setia. [Read More]

Menuju Puncak

Lepaskan kegalauan hatimu, sambut angin segar pagi ini ambil semangat matahari yang membakar. berlari menuju kepuncak , [Read More]