Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Renungan Sang Petualang

Adakalanya mulut berucap fitnah
Adakalanya telinga mendengar bisikan setan
Adakalanya hidung senang mencium kebusukan
Adakalanya mata memandang yang batil
Adakalanya tangan ingin menguasai segalanaya
Adakalanya kaki melangkah ke jurang kenistaan
Adakalanya hati menyimpan dengki
Adakalanya tubuh ini menyimpang dari perintah Nya

Ramadhan datang ?
Bagaikan embun dipagi hari beningnya membasuh dedaunan
Bercahayakan berlian disinari matahari
Menyegarkan sang petualang dalam pengembaraan

Mungkinkah mulut berucap jujur?
Mungkinkah telinga mendengar bisikan malaikat?
Mungkinkah hidung mencium senang mencium wangi kasturi?
Mungkinkah mata memandang yang hak?
Mungkinkah tangan menguasai secukupnya?
Mungkinkah kaki melangkah ke puncak kebenaran?
Mungkinkah hati menyimpan mutiara yang bersih?
Mungkinkah tubuh ini kembali menghamba pada Nya?

Bukankah Allah SWT maha segalanya?
Diberinya kita selalu kesempatan ?
Ramadhan nan berkah gerbang pencucian diri
Akankah ada kesempatan kembali di tahun depan?

Kumandang takbir bergema dipagi hari
Bertanda Ramadhan telah berlalu
Bergetar hati tangis terurai
Berharap diri kembali fitri
Hanya Allah Yang Maha Tahu

?Taqobbalallahu Minna wa Minkum, Kullu Aamin wa Antum bi Khoir?
?Semoga Allah membalas segala amal perbuatan kita ?

1 Syawal 1424 H

========================================
Pengirim : Harley Bayu Sastha
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Cerita panjang Sang Petualang
  2. Renungan hati
  3. Pendekar dan Sang Jelata
  4. Penyesalanku
  5. Renungan Ku
  6. Renungan Titik
  7. Renungan Jiwa
  8. Pertama
  9. Kepada Sang Kekasih
  10. Lambaian Sang Lilin
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]