Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Sukses Finansial vs Akademik

Sekarang ini pendidikan jauh lebih penting dibandingkan saat kapan pun dalam sejarah. Saat anda meninggalkan Abad Industri dan memasuki Abad Informasi, nilai pendidikan seseorang semakin bertambah tinggi. Pertanyaannya sekarang adalah, Jika seorang anak lulus sekolah dengan nilai baik, apakah ini berarti ia akan berhasil dalam hidup? Apakah keberhasilan dalam dunia akademik menjamin keberhasilan anak anda dalam dunia nyata? Dan apakah pendidikan yang anda atau anak anda terima di sekolah cukup untuk menghadapi berbagai tantangan dunia baru yang anda masuki ini?

Dalam Abad Industri, anda bisa pergi ke sekolah, lulus, mencari kerja, dan memulai karier anda. Biasanya anda tidak membutuhkan pendidikan tambahan agar bisa berhasil karena segala sesuatunya tidak berubah sedemikian cepat seperti sekarang. Dengan kata lain, pendidikan yang anda pelajari di sekolah memang merupakan hal yang anda butuhkan seumur hidup anda.

Akan tetapi, ketika jutaan babby boomers (bayi yang lahir pada 1950 an sekaranmg ini siap memasuki masa pensiun, banyak dari meraka dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka tidak dididik secara memadai untuk menghadapi dunia baru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, banyak orang yang berpendidikan tinggi dan baik menghadapi kesulitan ekonomi yang sama seperti yang dihadapi oleh meraka yang kurang terdidik. Berulang kali mereka mengalami bahwa mereka harus mendapatkan pendidikan, kursus dan pelatihan tambahan agar bisa memenuhi tuntutan dan prasyarat kerja saat ini.

Sekolah tidak mengajarkan keterampilan bertahan hidup yang diperlukan dunia masa kini. Sebagian besar murid meninggalkan bangku sekolah dalam keadaan kekurangan uang dan mencari rasa amandan rasa aman yang tidak dapat ditemukan di luar. Rasa aman ditemukan di dalam. Banyak murid lulus sekolah dalam keadaan tidak siap secara mental, emosional, fisik dan spiritual. Sistem sekolah telah melakukan tugasnya dengan menyediakan pasokan pegawai serta tentara yang tak pernah habis, yang mencari pekerjaan, pekerjaan dalam bisnis besar dan dalam dunia militer.

Aturan Telah Berubah

Dalam Abad Industri, aturan yang berlaku adalah pergi ke sekolah, mendapatkan nilai/peringkat yang baik, memperoleh pekerjaan yang aman dan terjamin dengan berbagai tunjangan, dan tetap di sana sepanjang hidup anda. Setelah kira kira dua puluh tahun, anda pensiun dan perusahaan serta pemerintah akan merawat anda sepanjang sisa hidup anda.

Dalam Abad Informasi, aturan itu berubah. Sekarang, aturannya adalah pergi kesekolah, mendapatkan nilai/peringkat yang baik, memperoleh pekerjaan, kemudian melatih kembali (mengembangkan) diri anda untuk pekerjan tersebut. Mencari perusahaan baru dan pekerjaan baru dan berlatih kembali. Memperoleh perusahaan baru, dan pekerjaan baru dan berlatih kembali, dan berharap serta berdoa semoga anda mempunyai cukup uang yang disisikan untuk menopang anda jauh lebih lama daripada umur enam puluh lima tahun karena anda tahu kapan anda akan hidup sehat di atas umur enam puluh lima tahun.

Dalam Abad Industri, teori yang menjelaskan era itu adalah teori Einstein: E = mc2. Dalam Abad Informasi, teori teori yang menjelaskan era ini adalah dalil Moore, yang memngembangbiakkan ideologi sekarang bahwa jumlah informasi berlipat dua setiap delapan belas bulan. Dengan kata lain, untuk mengimbangi perubahan, anda harus mempelajari kembali secara virtual segala sesuatunya setiap delapan belas bulan, jika anda tidak mau ketinggalan.

Dalam Abad Industri, perubahan lebih lambat. Apa yang anda pelajari saat pergi sekolah berguna untuk jangka waktu yang lebih lama. Dalam Abad Informasi, apa yang anda ketahui menjadi usang /kuno dengan sangat cepat. Apa yang anda pelajari penting, tetapi tidak sepenting seperti seberapa cepat anda dapat belajar, berubah dan beradaptasi terhadap informasi baru.

========================================
Pengirim : Conan
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Penunjang Sukses
  2. Kebiasaan Orang Sukses
  3. Ukuran Sukses
  4. Kesalahpahaman Tentang Sukses
  5. Berani Pangkal Sukses
  6. Berani Pangkal Sukses
  7. Sukses Setiap Saat
  8. Sekolah Kegagalan
  9. Sukses
  10. Rumus sukses
Previous Topic:

Cerita sejenis

Beriman bukanlah kata-kata

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal [Read More]

Kereta langit
Kereta langit

Konon kabarnya, di langit kita tinggallah seseorang. Ia mempunyai sebuah kereta yang siap diluncurkan kapan saja dan [Read More]

Negeriku

Ketika dunia sudah bertambah tua manusia malah semakin menjadi beramai ramai menghancurkan bumi tempat dia dilahirkan [Read More]

Kisah Frank

Rapat Direksi baru saja berakhir. Bob mulai bangkit berdiri dan menyenggol meja sehingga kopi tertumpah keatas catatan [Read More]

Sakit Hati

satu hal lagi yang kupelajari dari peristiwa sky is falling dan pembenarannya selain persimpangan adalah hakekat sebuah [Read More]

Sang Pemerkosa Menebus Dosa

Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa 17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama [Read More]

Penjara Pikiran

Di British Columbia, dibangun sebuah penjara baru untuk menggantikan penjara Fort Alcan lama yang sudah digunakan untuk [Read More]

Jendral yang selalu menang

Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena [Read More]

Sukses dalam tujuan

dalam hidup ini harus dapat menerima apa adanya Orang ingin sukses hendaknya pantang menyerah memusatkan tujuannya Niat [Read More]

Manusia yang baik

Bismillahirrohmanirrokhim Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh “ Manusia yang baik “ Dengan [Read More]