Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Pram tidak bangga menjadi Jawa

Menurut Pramoedya Ananta Toer, orang Jawa hanya mempunyai satu prinsip dalam hidupnya.

Prinsip satu satunya orang Jawa adalah, patuh, taat dan setria pada atasan.
Karena prinsip itulah, katanya, maka tanah Jawa bisa dijajah dengan mudah oleh Belanda selama ratusan tahun.
“Belanda hanya cukup memberi emas pada seseorang pemimpin di Jawa untuk dapat menguasai seluruh penduduk”

Taktik yang sama, yaitu memberi kenikmatan kepada segelintir pemimpin untuk menguasai seluruh rakyat, juga digunakan oleh Jepang saat menduduki Indonesia.

Menurut Pramoedya Ananta Toer, di zaman Jepang, seorang kepala RT di Jawa bisa mempunyai kekuasaan untuk menunjuk orang menjadi romusha.
“Ratusan ribu orang dikirim ke tempat kerja.
Ratusan ribu orang tumpas di tempat kerja.
Mereka mati kelaparan” : ujar pengarang yang gemar merokok dua bungkus perharinya.

Sejak baheula, Pramoedya Ananta Toer sudah sering keluar masuk penjara.
Banyak orang yang ingin dirinya di balik terali besi
Ia tak tahu dan tak dapat merinci pasti sebab sebabnya.
“Karena mereka kebanyakan adalah orang Jawa”, katanya.

Dalam pandangan Pramoedya Ananta Toer, orang Jawa yang sudah menjadi pemimpin biasanya selalu bersikap tidak pernah merasa bersalah.
“Jadi dia selalu merasa nggak punya dosa”

Sebagai seorang anak Sumatra yang gemar akan tulisan Pramoedya dan Kejawen saya kira dia benar.
Ah, Pram ada dua atau tiga hal lainnya yang mengganggu diriku.
/1/Kebiasaan orang untuk terlalu suka sumarah, pasrah dan nrimo
Akhirnya semua paduan suara : “Nggeh…nggeh 1000 kali.
/2/Kebiasaan orang untuk menyenangkan pemimpin atau apa yang disebut ABS, asal bapak senang
/3/Sikap hidup yang suka “mangan ora mangan ambare kumpul” dan selalu “mumpung” lagi ini atau “mumpung” lagi itu.
Kenanglah bagaimana “mumpungisme” di zaman Suharto

OK Pak Pramoedya Ananta Toer yang saya kagumi
Itulah sedikit tambahan dari luar, dari seseorang yang non Jawa.
Menambah bahan buat bukunya yang akan datang
Kapan bukunya tentang Digoel terbit?

Jalanan 2004.

========================================
Pengirim : Lasma Siregar
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Sejumput jejak seorang Pram
  2. Pramoedya dan penghargaan Norwegia
  3. Pramodye yang Dahsyat
  4. Sunda dan Jawa
  5. Menjadi Seorang Sahabat
  6. Apakah Tetap Menjadi Milikku ?
  7. Menjadi Dewasa
  8. Adalah Indah Menjadi yang Pertama
  9. Mungkinkah dia menjadi milikku
  10. Antara Ya dan Tidak
Next Topic:

Cerita sejenis

Kita Orang Yang Terpilih

Dalam sebuah kisah pengembaraan seorang manusia dari bayi hingga menjadi seorang manusia yang sudah mengerti mana yang [Read More]

Kakek Tua dan Segenggam Beras

seorang kakek tua renta dengan baju lusuh dan karung dekil di pundaknya dengan nafas terasa sesak dengan mata berkaca [Read More]

Hidup di Jakarta

rintik hujan yang turun membasahi bumi jakarta,tempatnya kaum urban yang mengadu nasib. Dalam ketenangan dan himpitan [Read More]

Aku berubah, aku merubah, aku

Pada porosnya dunia berputar 24 jam sehari, gelap dan terang merupakan bagian dan element dari perputaran dunia. Dunia [Read More]

Prasangka / Praduga

Prasangka bisa di artikan kata praduga. Dengan arti tujuan yang di duga masih terlalu dini untuk di simpulkan. Di duga [Read More]

Manusia berpunuk

Bercita cita setinggi gunung yang siap meledak. bila di rentangkan akan seluas samudra biru. sedangkan engkau di [Read More]

Polyraga dan Monojiwa

Raga ini tercipta dengan berbagai bentuk dan keunikan masing masing. Dengan sedikit tambahan pernak pernik dan [Read More]

Bagus dan Usaha

Bagus itu relative tetapi usaha itu mutlak. Manusia berparas bagus adalah relative, tergantung selera manusia lain yang [Read More]

Dunia tanpa cikal bakal

Hidup tanpa tujuan merupakan hidup yang hampa. Hampa merupakan suatu ruang sendiri yang menyita waktu dan mengarahkan [Read More]

Kemiskinan

zaman serba moderen sekarng ini masih banyak masyarakat yang miskin baik miskin pengetahuan ataupun kemiskinan materi, [Read More]