Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Beginilah hidup di negeri Hantu

Ramailah media dan mulut orang bicara tentang Akbar Tanjung.
Akhirnya beliau diketemukan tak bersalah dan terbang bebas bagai merpati ke langit biru.
Orang ngamuk, tapi mau bilang apa?

Ada sesuatu yang salah.
Uang rakyat yang tadinya buat membantu rakyat kecil yang lagi parah disiksa masalah “SEMBAKO”, malah dipakai buat kampanye GOLKAR agar Mas Habibie bisa menahun jadi Presiden
Soeharto 32 tahun bercokol, ya paling tidak Mas Habibie perlu dong jadi TOP buat selusin tahun…
Diadili, dan akhirnya tak ada yang ngaku bersalah, tak ada yang dihukum karena bersalah dan yang lebih sedih lagi adalah tak ada makhluk yang bersalah.

Bagaimana bisa ada kesalahan, tapi tak ada orang yang bersalah.
Dengan kata lain tak ada anak manusia yang diketemukan bersalah.
Jadi siapa yang bersalah?
Yang bersalah tak bisa dilihat, tak bisa dipegang, tak bisa didengar, tak bisa dicium (Apakah dia termasuk ini itu yang busuk?).
Tapi yang salah bisa dirasa di hati rakyat kecil tanah ini.
Sayangnya mereka cuma bisa merasa tapi tak bisa bersuara.

Berita terbaru adalah 2 bawahan mereka ditangkap dan akan masuk Cipinang.
Walaupun bukanlah “Club Med”nya Tommy Mandala di Nusa Dua, sorry Nusa Kambangan, dijamin mereka tak akan bernasib kayak penjara Tanggerang.
Dimana katanya, orang masuk gemuk pulang tinggal tulang.
2 bawahan, 2 “ikan teri” jadi sajen buat nyelamatin yang kakap.
Inilah nasib sang teri.

Pak Soeharto lagi sakit sakitan, Tommy lagi diserang berbagai penyakit, sementara Pak Bob Hassan yang hobby nya maling, tak ada kabarnya.
Apakah ia segar bugar atau sudah ketularan wabah atau masih disana (Belum ke HK?), ya tak jelaslah.
Inilah negeri “HANTU”

Di negeri “HANTU” segalanya bisa invisible.
Sesuatu itu bisa terasa dan dirasa tapi tak bisa dilihat, tak bisa dipegang, tak bisa didengar dan tak tercium.
Orang disiksa disebut “dipermak”, orang ditempeleng disebut “dikipas” dan orang dibunuh disebut “diamankan”.
Orang jadi pembunuh disebut “PETRUS” dan para kriminal yang bisa dimanfaatkan disebut “PREMAN”.
Bahasa pun sedikit demi sedikit jadi bahasa “HANTU” yang punya makna berbeda dengan bahasa rakyat kecil.

Tak heran film, TV, buku atau cerita yang ber supernatural pada laku kayak pisang atau peuyeum goreng di Bandung.
Tak heran masalah sihir, jailangkung, dunia persantetan, guna guna dan ziarah ke makam mbah ini mbah itu selalu menarik dalam percakapan warung kopi.

Inilah gejala gejala yang mengganggu.
Apakah kita mau hidup di negeri “HANTU”, jawabnya ada di tangan kita.
Apakah kita cuma bisa pasrah, sadrah, nrimo dan menyerah pada HANTU dan siap untuk tidak berbuat apa apa?
Hanya hari esoklah bisa membuktikan apa yang kita perbuat.
Beginilah hidup di negeri “HANTU”
Jaga diri baik baik

2004

========================================
Pengirim : El Camino
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Hantu
  2. Beginilah Hidup
  3. Negeri Setengah Hati
  4. Seekor Burung Hantu
  5. hantu kuntil anak
  6. Semoga negeri ini hancur
  7. Hantu Telanjang
  8. Cerita Kuno Tentang Negeri PURBADEWA
  9. DSBT : Negeri Diatas Angin
  10. Luka Negeri

Cerita sejenis

Kita Orang Yang Terpilih

Dalam sebuah kisah pengembaraan seorang manusia dari bayi hingga menjadi seorang manusia yang sudah mengerti mana yang [Read More]

Kakek Tua dan Segenggam Beras

seorang kakek tua renta dengan baju lusuh dan karung dekil di pundaknya dengan nafas terasa sesak dengan mata berkaca [Read More]

Hidup di Jakarta

rintik hujan yang turun membasahi bumi jakarta,tempatnya kaum urban yang mengadu nasib. Dalam ketenangan dan himpitan [Read More]

Aku berubah, aku merubah, aku

Pada porosnya dunia berputar 24 jam sehari, gelap dan terang merupakan bagian dan element dari perputaran dunia. Dunia [Read More]

Prasangka / Praduga

Prasangka bisa di artikan kata praduga. Dengan arti tujuan yang di duga masih terlalu dini untuk di simpulkan. Di duga [Read More]

Manusia berpunuk

Bercita cita setinggi gunung yang siap meledak. bila di rentangkan akan seluas samudra biru. sedangkan engkau di [Read More]

Polyraga dan Monojiwa

Raga ini tercipta dengan berbagai bentuk dan keunikan masing masing. Dengan sedikit tambahan pernak pernik dan [Read More]

Bagus dan Usaha

Bagus itu relative tetapi usaha itu mutlak. Manusia berparas bagus adalah relative, tergantung selera manusia lain yang [Read More]

Dunia tanpa cikal bakal

Hidup tanpa tujuan merupakan hidup yang hampa. Hampa merupakan suatu ruang sendiri yang menyita waktu dan mengarahkan [Read More]

Kemiskinan

zaman serba moderen sekarng ini masih banyak masyarakat yang miskin baik miskin pengetahuan ataupun kemiskinan materi, [Read More]