Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Bagaimana tanah air jadi kurang air ?

Kemarau panjang berarti kering kerontang.
Sungai bukan saja tak berapa airnya, di banyak tempat malah sama sekali tak berair.
Timbullah masalah air bersih
Diare, dehidrasi, ISPA (Infeksi saluran pernafasan atas) dan aneka macam penyakit kulit bermunculan di berbagai tempat.

Musim hujan datang, datanglah hujan yang berlebihan, meluap jadi banjir yang tak tahu ujung pangkalnya.
Masalah air bersih dan penyakit ya tak berobah
Ini terjadi di utara pantai Jakarta dan Bekasi.
Jadi air dan sekali lagi air jadi masalah sepanjang tahun.

Saluran air nya PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Jaya masih tak mampu melayani seluruh kawasannya.
Kalaupun ada air, datangnya tak pernah lancar
Terpaksa orang membeli air bersih dari para pedagang air yang datang berkeliling.
Orang pada beli air
Di musim kemarau yang kering membeli air tidaklah gampang.
Harus pesan dan sabar menunggu.
Dan selalu pesan air sebelum habis air persediaan

Kalau air dari PAM (Perusahaan Air Minum) tak jalan sampai beberapa hari, terpaksalah beberapa keluarga patungan menyewa mobil buat ngangkut air dari daerah lain.
Sebagai buruh atau pekerja biasa, ya cukup banyaklah yang harus dibayar.
Pernah di suatu kemarau yang panjang, air bersih tak ada.
Sumur dan sungai mengering.
Yang tertinggal adalah sumur berair asin hasil intrusi air laut bandar Jakarta.

“Disini air sulit. Hampir sepanjang tahun kami kesulitan air,” kata seorang penduduk.
Dulu pernah ada sungai.
Airnya besar tapi sudah lama kering.
Tak ada yang tahu mengapa kali yang bermata air di arah Kranji, Bekasi itu tak berair lagi.
Yang jelas di Kranji kini banyak terdapat pusat industri dengan pabrik disana sini.

Inilah kisah air dari tanah air yang banyak tanah dan airnya.
Yang jadi masalah nampaknya tak ada yang mau membereskannya dengan rencana dan pembangunan jangka panjang yang bagus.
Yang ada pejabat dan rencana ala kadar, kalau masalah jangka panjang sih kumaha engke wae
Bagaimana nanti saja
Tambal sulam dan kembali berputar disitu saja tanpa pernah maju.
Tak jelas bagaimana solusi yang murah dan bisa bikin air meriah kembali.
Semoga suatu waktu nanti ada seorang “Ali Sadikin” yang berani berbuat dan bisa jalan yang benar.
Orang menunggu dan menunggu……..

2004

========================================
Pengirim : El Camino
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Bagaimana Inul jadi berita di Hollywood.
  2. Bagaimana kita berpikir dan melihat?
  3. Jadi lelaki mu
  4. Mengapa kawanku jadi teroris?
  5. Kurang Ajar
  6. 60 tahun tanah Merdeka
  7. Bagaimana bisa begini?
  8. Tanah liat dan Air
  9. Tanah Lot
  10. Tanah masih basah

Cerita sejenis

Kita Orang Yang Terpilih

Dalam sebuah kisah pengembaraan seorang manusia dari bayi hingga menjadi seorang manusia yang sudah mengerti mana yang [Read More]

Kakek Tua dan Segenggam Beras

seorang kakek tua renta dengan baju lusuh dan karung dekil di pundaknya dengan nafas terasa sesak dengan mata berkaca [Read More]

Hidup di Jakarta

rintik hujan yang turun membasahi bumi jakarta,tempatnya kaum urban yang mengadu nasib. Dalam ketenangan dan himpitan [Read More]

Aku berubah, aku merubah, aku

Pada porosnya dunia berputar 24 jam sehari, gelap dan terang merupakan bagian dan element dari perputaran dunia. Dunia [Read More]

Prasangka / Praduga

Prasangka bisa di artikan kata praduga. Dengan arti tujuan yang di duga masih terlalu dini untuk di simpulkan. Di duga [Read More]

Manusia berpunuk

Bercita cita setinggi gunung yang siap meledak. bila di rentangkan akan seluas samudra biru. sedangkan engkau di [Read More]

Polyraga dan Monojiwa

Raga ini tercipta dengan berbagai bentuk dan keunikan masing masing. Dengan sedikit tambahan pernak pernik dan [Read More]

Bagus dan Usaha

Bagus itu relative tetapi usaha itu mutlak. Manusia berparas bagus adalah relative, tergantung selera manusia lain yang [Read More]

Dunia tanpa cikal bakal

Hidup tanpa tujuan merupakan hidup yang hampa. Hampa merupakan suatu ruang sendiri yang menyita waktu dan mengarahkan [Read More]

Kemiskinan

zaman serba moderen sekarng ini masih banyak masyarakat yang miskin baik miskin pengetahuan ataupun kemiskinan materi, [Read More]