Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Salah Satu Syarat Capres : Mata Gus Dur

Sekarang Gus Dur lagi minta diadakan judicial review atas salah satu syarat kesehatan calon presiden Indonesia yaitu matanya dapat melihat tidak kurang dari 50%.

Teman teman menganggap keputusan itu adalah “pesanan penguasa hari ini” untuk membenturkan majunya Gus Dur ke perlombaan menjadi presiden Indonesia. Tapi itu hanya tanggapan subyektif saja. Kebetulan temanku itu memang memfavoritkan Gus Dur. Bahkan, saking sukanya dia sama Gus Dur, dia merasa hari ini presiden Indonesia masih Gus Dur.

Gilanya lagi ia menganggap Gus Dur itu sebagai WALI KESEPULUH setelah wali songo. Padahal yang aku tahu wali songo itu juga tidak hanya sembilan orang jumlahnya. Dasar rakyat

Menurutku, sebenarnya peraturan tersebut kurang tepat juga sih. Buatku, mata secara fisiologis kurang menentukan cakap atau tidaknya seseorang menjadi presiden.

Anda saja yang dimaksud mata oleh KPU itu adalah MATAHATI atau mata bathin, saya baru setuju 100%. Sebab di negeri ini banyak sekali pejabat, birokrat, politisi, borjuis, militer, konglomerat, partisan, bahkan rakyat sendiri yang memiliki PENYAKIT MATAHATI.

Jika onggokan daging (orang orang) yang mengendalikan negeri ini tidak sakit matahati, kayaknya ga mungkin deh negeri ini amburadhul seperti yang selama ini kita sadari.

Gimana KPU, ganti aja interpretasi mata fisik itu menjadi matahati?

Tapi jangan sampai yang dimaksud mata itu adalah matahari ya, apalagi mataharitimoer, bisa tambah kacau negeri ini.

========================================
Pengirim : mataharitimoer
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Mata setajam mata Elang
  2. Air mata berkata
  3. Menikah diluar Negeri
  4. Cinta tanpa syarat
  5. Kita satu Bangsa
  6. Salah Aku Menduga
  7. Setan Diantara Diskusi Wali
  8. Simpatik pada orang yg salah
  9. Sebelum Jadi Presiden
  10. Satu Hari Yang Menentukan
Previous Topic:

Cerita sejenis

Kita Orang Yang Terpilih

Dalam sebuah kisah pengembaraan seorang manusia dari bayi hingga menjadi seorang manusia yang sudah mengerti mana yang [Read More]

Kakek Tua dan Segenggam Beras

seorang kakek tua renta dengan baju lusuh dan karung dekil di pundaknya dengan nafas terasa sesak dengan mata berkaca [Read More]

Hidup di Jakarta

rintik hujan yang turun membasahi bumi jakarta,tempatnya kaum urban yang mengadu nasib. Dalam ketenangan dan himpitan [Read More]

Aku berubah, aku merubah, aku

Pada porosnya dunia berputar 24 jam sehari, gelap dan terang merupakan bagian dan element dari perputaran dunia. Dunia [Read More]

Prasangka / Praduga

Prasangka bisa di artikan kata praduga. Dengan arti tujuan yang di duga masih terlalu dini untuk di simpulkan. Di duga [Read More]

Manusia berpunuk

Bercita cita setinggi gunung yang siap meledak. bila di rentangkan akan seluas samudra biru. sedangkan engkau di [Read More]

Polyraga dan Monojiwa

Raga ini tercipta dengan berbagai bentuk dan keunikan masing masing. Dengan sedikit tambahan pernak pernik dan [Read More]

Bagus dan Usaha

Bagus itu relative tetapi usaha itu mutlak. Manusia berparas bagus adalah relative, tergantung selera manusia lain yang [Read More]

Dunia tanpa cikal bakal

Hidup tanpa tujuan merupakan hidup yang hampa. Hampa merupakan suatu ruang sendiri yang menyita waktu dan mengarahkan [Read More]

Kemiskinan

zaman serba moderen sekarng ini masih banyak masyarakat yang miskin baik miskin pengetahuan ataupun kemiskinan materi, [Read More]