Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Seandainya mentari tak kembali

Seandainya esok tak ada lagi yang namanya hujan, bagaimana kita?
Tak ada awan, mata air kering dan hutan terbakar.
Lantas bagaimana kita?
Ternak mati, bunga layu dan gugur.
Satu satu kita mati kehausan dan berjanji pada Tuhan siap menanggung banjir dengan segala dukanya dari pada mati tanpa air.
Tadinya kita ngomel tentang banjir, kini malah rela menerima banjir………………………………………….

Seandainya besok tak ada hutan, lenyap segala pohon kayu, bagaimana kita?
Tak ada daun gugur untuk merabuk jadi pupuk, tak ada pohon untuk jadi kertas, kayu buat rumah dan api dapur. Lantas bagaimana kita?
Margasatwa mati perlahan, hawa jadi panas berdebu dan kota jadi gundul.
Satu satu kita merindukan kehijauan kembali dan berjanji muluk pada Tuhan untuk tidak menjadi kaum penjarah alam lagi.
Tadinya kita tak pernah ambil pusing tentang alam di sekitar, kini malah jadi pencinta alam.

Seandainya mentari tak kembali di hari esok, bagaimana kita?
Tak ada lagi senja di pantai Kuta atau Kaimana. Tak ada terang bulan terang di kali. Tak ada lagi fajar, kokok ayam dan kicau sejuta burung apalagi embun pagi. Lantas bagaimana kita?
Satu satu kita sesat dan hilang dalam kegelapan.
Jalan raya kacau balau dan orang jadi edan edanan karena tak bisa pergi kemana saja. Tak bisa pergi kerja, ke sawah ladang, jalan di hutan, berkebun atau berlayar.
Maka kita berdempet dempet di tempat yang terang, lalu ribut karena berdempet kayak pindang.
Akhirnya berkelahi dan timbullah revolusi menuntut pada Tuhan agar mentari kembali.
Kita berjanji apa saja pada Tuhan, asal mentari bisa normal seperti semula.
Bayangkanlah………………………………………..

Bayangkanlah, kadang kadang sesuatu yang jarang kita bayangkan pentingnya (hujan, hutan dan mentari) bisa mengakhiri hidup yang kita kenal buat selamanya.
Berjanjilah pada Tuhan untuk selalu mengurus alam semesta yang diberikannya kepada kita.

Melbourne yang lagi disapu badai dingin 2004.

========================================
Pengirim : El Camino
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Seandainya
  2. Bercermin dari Mentari
  3. Seandainya kita tak pernah
  4. Seandainya kau tahu
  5. Seperti Mentari Sore
  6. Sehangat mentari di musim sepi
  7. Seandainya
  8. Warna Sang Mentari
  9. Kepada Kita semua kembali
  10. Seandainya
Previous Topic:

Cerita sejenis

Beriman bukanlah kata-kata

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal [Read More]

Kereta langit
Kereta langit

Konon kabarnya, di langit kita tinggallah seseorang. Ia mempunyai sebuah kereta yang siap diluncurkan kapan saja dan [Read More]

Negeriku

Ketika dunia sudah bertambah tua manusia malah semakin menjadi beramai ramai menghancurkan bumi tempat dia dilahirkan [Read More]

Kisah Frank

Rapat Direksi baru saja berakhir. Bob mulai bangkit berdiri dan menyenggol meja sehingga kopi tertumpah keatas catatan [Read More]

Sakit Hati

satu hal lagi yang kupelajari dari peristiwa sky is falling dan pembenarannya selain persimpangan adalah hakekat sebuah [Read More]

Sang Pemerkosa Menebus Dosa

Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa 17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama [Read More]

Penjara Pikiran

Di British Columbia, dibangun sebuah penjara baru untuk menggantikan penjara Fort Alcan lama yang sudah digunakan untuk [Read More]

Jendral yang selalu menang

Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena [Read More]

Sukses dalam tujuan

dalam hidup ini harus dapat menerima apa adanya Orang ingin sukses hendaknya pantang menyerah memusatkan tujuannya Niat [Read More]

Manusia yang baik

Bismillahirrohmanirrokhim Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh “ Manusia yang baik “ Dengan [Read More]