Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Aku mendengar Indonesia menyanyi

(Walt Whitman versi Indonesia 2004)

Buat Bung JJ.Kusni yang menterjemahkan :
AKU MENDENGAR AMERIKA MENYANYI.

Aku mendengar Indonesia sedang menyanyi.
Aku mendengar beragam suara datang dan pergi.
Nyanyian Oma dan Inul berdangdut
bikin kaki tak tahu diri dalam berjoget.

Aku mendengar Indonesia sedang menyanyi.
Lagu para pengamen di simpang jalan.
Lagu mantra para dukun yang sibuk bersantet
bikin hati berdebar tak keruan.

Aku mendengar Indonesia sedang menyanyi.
Para supir bus yang cari muatan
para preman yang berkeliaran
mereka semua bersenandung tentang kehidupan.

Aku mendengar lagu nelayan di pantai Belitung.
Awak kapal di Banjarmasin bersenandung sungai Katingan.
Sobron Aidit iseng berkeroncong Cikini si Gondangdia
dan burung camar pada ngamuk beradu suara di Gilimanuk.

Semuanya dari Sabang sampai puncak bersalju tanah Papua
menyanyikan apa yang dipunya apa adanya.
Sementara senja datang perlahan di pantai Kuta.
Malam terang bulan orang muda bercinta.

Ya, dimana saja kudengar Indonesia berlagu.
Orang tua, pekerja, anak jalanan yang lugu
semua bisa berlagu merdu bagaikan buluh perindu.
Kudengar Indonesia kita, Indonesia tercinta bersatu.

Rantau jauh, 2004.

NB.
Kupinjam ( istilah halusnya buat menjarah)
puisinya penyair Amerika ternama Walt Whitman
dari buku “Leaves of Grass”.
Terjemahan Bung JJ. Kusni, 2004.

========================================
Pengirim : El Camino
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Iwan Fals ketika ia menyanyi
  2. Cara Menyanyi yang Baik
  3. Lampu Merah Indonesia
  4. Mengakui Indonesia
  5. Untuk Politisi Indonesia
  6. Indonesia Raya Mengerang
  7. Tuhan Tidak Mendengar
  8. Boeat Bangsakoe INDONESIA
  9. Mendengar Tapi Tidak Mengerti
  10. orang indonesia Vs amerika
Previous Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]