Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Wednesday February 8th 2012

Masih Menunggu

sabtu malam aku masih menunggu, menunggu kamu bangun dari tidur kamu. langit merah, mega mega berarak… lalu gelap, aku lapar, aku bosan, aku terpaksa bangunkan kamu dari tidur lelap. kamu bilang kamu lelah, aku juga lelah, dan bosan.
aku mau pergi kataku.
kenapa? tanyamu.
aku mau makan, lapar,” jawabku.
bisakah kita makan bersama nanti? tanyamu.
aku mengangguk. kutunggu kamu bergerak. kamu kembali tidur. aku masih menunggu. seperti semalam, dan kemain malam, menunggu kamu. kamu tidur, kamu lelah, kamu habiskan waktu bersama teman temanmu.
ketika kamu terbangun, aku masih menunggu. kamu bergegas cepat. memandang jam di atas televisi yang terlalu cepat satu jam. kamu terkejut, bergegas, dan berkemas. aku ikut berkemas, aku juga pergi, kalau kamu pergi, aku tidak mau menunggu disini, sungguhpun aku sebenarnya masih menunggu.
malam turun perlahan, kita melewati jalan yang biasa kita lalui. engkau bertanya singkat dimana kita bisa makan malam. di tempat biasa atau aku punya ide lain. ia katakan jam sepuluh sekarang, dan kamu butuh uang, tetapi atm mesin sudah tutup. sesudah makan, kami melompat ke dalam taksi, dan aku diam, aku tahu, selalu begini kejadiannya, perpisahan bukan hal yang menyenangkan.
aku masih menunggu, menunggu kata katamu. kamu baru sadar bahwa jam di rumah terlalu cepat satu jam. kamu mulai marah. mulai memaki. dan aku diam. aku diam. tidak berkata. aku cuma katakan. aku takut.
kamu bingung. kenapa aku takut. aku sendiri tidak tahu. kamu mengomel. seharusnya aku bicara jelas, dan tidak takut. aku diam. aku tidak bicara. kamu berhenti di kantor. melambaikan tangan. aku memandang kepergian kamu, sedih.
aku diam, aku menuju rumahku sendiri. malam larut. aku menunggu kamu menelpon aku.
kamu menelepon, meminta maaf. kamu merasa bodoh, aku merasa gusar. selalu begini kejadiannya. satu malam aku menunggumu, dua malam, tiga malam, empat malam, lima malam. haruskah aku lupakan, atau aku masih menunggu? ternyata aku masih menunggumu…. diam, sendirian….

========================================
Pengirim : enna
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Perempuan Itu Masih Terus Berjalan
  2. Aku Masih Mencintaimu
  3. Aku masih sayang dia
  4. Menunggu tanpa arti
  5. Brapa lama aku menunggu
  6. Menunggu Tiba
  7. Besok Masih Ada Matahari
  8. Menunggu
  9. Saya Masih Setia, Aritha
  10. Aku Masih

Cerita sejenis

Teman ?

Awalnya pertemanan kita cukup sehat ..kita sahabatan..ada gw sendiri(tika),ada [Read More]

Mata Kuliah “Politik Cinta”

Mata kuliah politik, pertemuan pertama. Jurusan gw di gabung sama jurusan komunikasi. Gw liat di kanan depan ada [Read More]

Motor hondaku

Kadang gw kasihan liat motor Honda gw sendiri, hampir-hampir gak di rawat, di service dan di mandiin jg jarang. [Read More]

Maaf Aku Mencintaimu

Sebelum perkenalan dengannya Hidup ku sangat lah berjalan dengan baik, Aku Mempunyai keluarga, Sahabat, Karir, dan [Read More]

Aku Naik Haji

TEPAT pukul 15.45 Wib sore, pesawat terbangku baru tinggal landas meninggalkan Kota Palembang. Bandara Sultan Mahmud [Read More]

Ibda Binafsika

PAGI ini terasa sangat dingin sekali. Namun, tak menyurutkan niatku untuk mengambil wudhu, walau sedingin apa pun air [Read More]

Di Penghujung Tahun

Penghujung tahun akan segera tiba, namun apakah yang telah kita lakukan di tahun ini telah memiliki arti dalam [Read More]

My soulmate

Kurang nyaman sich kalau di kaitkan dengan budaya timur dimana kaum perempuan harusnya ada dalam posisi [Read More]

Pohon Nangka Tua

Tahun 1980 an daerah tempat tinggalku belum seramai sekarang. Masih sepi dan diliputi kisah mistik penduduknya. Setiap [Read More]

om….pimpaalaium….gammmbren

kosong…bukan berarti tidak bertempat. kosong di dipikiran termasuk mencapai dimensi lain dimana dunia bebas dari [Read More]