Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Tuesday February 7th 2012

Ayah

ayah…
Dulu kau laki laki perkasa,
Yang slalu menggendongku,
Di saat aku menangis menunjukkan kekesalanku.

Dengan sabar kau menimang dan menghiburku.
Hingga aku kembali tertawa riang,
Berlari,meninggalkanmu seorang diri.
Tanpa kutahu apa yg kau rasakan.

Ayah…
Masih kental dalam ingatanku,
Kala kau pergi bekerja…
Pagi…siang…ataupun malam,
Mencari nafkah tuk menghidupi kami anak2mu.

Dengan peluh yang membasahi seragammu.
kau bekerja tak kenal lelah,
Sebagai PNS rendahan di sebuah BUMN.
Bahkan kadang kau lembur,mencari tambahan…
Walau harus kau tinggalkan anakmu
dalam asuhan ibunda.

Dan kini ….
anakmu telah dewasa…
Ayahpun tlah dipensiunkan.
Tubuhmu yang dulu gagah,
Kini ringkih dimakan usia.

Tapi,pantaskah bila aku masih menagih
dan menuduhmu tak menyayangiku?
Sedang aku kau kuliahkan dgn susahpayah,
hinnga kini aku bisa berpenghasilan.

Tapi apa pula yang sudah kuberikan pada ayah??
Jangankan membalas jasamu,
Aku malah seringkali melukai perasaanmu.
Bahkan seringkali keangkuhan kupamerkan utkmu.
Hingga aku tak mampu menghormatimu.

Dalam renunganku yang panjang,
Aku hanya bisa menangisi kealpaanku.
Maafkan aku,ayah….
maafkan anakmu yang tak tau diri ini….

Ayah…
Izinkan aku tuk menggenggam tanganmu
yang tlah renta ini…
Biarkan kucium jemarimu,
Yang dgn ikhlas merwatku sedari kecil.

Ayah…
Jangan kau tundukkan kepala lagi…
Biarkan kucoba mengurangi bebanmu.
Kini saatnya bagi ayah tuk istirahat,
Menikmati mas tua ayah dgn penuh kebahagiaan.

Cukup sudah pengorbanan ayah.
Biarkan aku menggantikanmu.
Aku takkan lagi menuntutmu,
Hanya doa restumu yang slalu kurindukan.

Ya Allah…..
Berikanlah limpahan rahmat Mu,
Untuk ayahbundaku,yang telah mendewasakanku.
Amiiiin….

(salam hormat untuk ayah di kota bahari)
Slipi,29 juni2004

========================================
Pengirim : enniliz
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Untuk Ayah…
  2. Ayah Baca Sampai Mati
  3. Mom, Aku Rapuh Karna Dia
  4. Ayah Juga Lupa
  5. Ayah dan Keledai
  6. Ayah, anak dan Burung Gagak
  7. Dari ayah untuk Anaknya
  8. Dendang cinta ayah bunda
  9. Maafkan aku Ayah
  10. Ayah
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Beriman bukanlah kata-kata

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal [Read More]

Kereta langit
Kereta langit

Konon kabarnya, di langit kita tinggallah seseorang. Ia mempunyai sebuah kereta yang siap diluncurkan kapan saja dan [Read More]

Negeriku

Ketika dunia sudah bertambah tua manusia malah semakin menjadi beramai ramai menghancurkan bumi tempat dia dilahirkan [Read More]

Kisah Frank

Rapat Direksi baru saja berakhir. Bob mulai bangkit berdiri dan menyenggol meja sehingga kopi tertumpah keatas catatan [Read More]

Sakit Hati

satu hal lagi yang kupelajari dari peristiwa sky is falling dan pembenarannya selain persimpangan adalah hakekat sebuah [Read More]

Sang Pemerkosa Menebus Dosa

Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa 17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama [Read More]

Penjara Pikiran

Di British Columbia, dibangun sebuah penjara baru untuk menggantikan penjara Fort Alcan lama yang sudah digunakan untuk [Read More]

Jendral yang selalu menang

Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena [Read More]

Sukses dalam tujuan

dalam hidup ini harus dapat menerima apa adanya Orang ingin sukses hendaknya pantang menyerah memusatkan tujuannya Niat [Read More]

Manusia yang baik

Bismillahirrohmanirrokhim Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh “ Manusia yang baik “ Dengan [Read More]