Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Mendengar Tapi Tidak Mengerti

Suatu ketika, ada seorang pemuda yang berumur 20 tahun, disuruh berjaga di rumah oleh ibunya. Ibunya hendak ke pasar.

Ibunya berpesan, “Nak, tolong jaga pintu yah, ibu mau ke pasar dulu. Jangan biarkan orang lain masuk.”

Lalu pergilah sang ibu. Sang pemuda mengambil kursi dan duduk di depan pintu rumah. Beberapa menit kemudian, ada seorang melihatnya dan bertanya, “Nak, apakah ibumu ada di rumah?”

Jawabnya, “Tidak ada. Ibu sedang ke pasar.”

“Oh, kalau begitu, tolong antarkan aku menyusul ibumu.”

“Baiklah,” jawab si pemuda itu. Ia lalu mencopot pintu rumah dan membawanya bersama orang itu.

Di tengah jalan, orang itu berkata bahwa ia lupa membawa suatu barang dan disuruhnya sang pemuda itu untuk menunggunya di jalan. Lalu, pergilah orang itu.

Pemuda itu menunggu, dan tak lama kemudian ibunya menjumpainya di jalan itu. Ibunya bertanya, “Nak, kenapa engkau kemari dan kenapa membawa pintu?”

Sang Pemuda menceritakan perihal orang itu dan ibunya hanya bisa berkata, “Dia itu maling, engkau ditipunya.”

Benar saja, ketika mereka sampai di rumah, rumah itu sudah bersih dari semua perabotannya dan orang itu menghilang entah kemana.

Saudara, sering kali kita mendengar Tuhan bicara, entah menasehati atau berkata yang lain, baik lewat renungan pribadi, khotbah, atau orang lain, tapi kita tidak atau mengerti maksudNya. Memang bukan salah kita 100% karena mungkin ada masalah yang sedang kita pikirkan namun ternyata Dia menghendaki sesuatu dari kita.

Satu hal yang perlu kita perhatikan yaitu Tuhan bicara soal kewaspadaan terhadap tipuan iblis yang mau mencuri perhatian supaya kita tidak memperhatikanNya, melainkan menjadi lengah.

Karena begitu lembutnya tipuan itu, sehingga kita tidak merasakan hal itu sebagai tipuan. Bisa saja iblis memakai nama atau mukjizat Tuhan untuk kejahatannya, tapi kita diberi kepekaan untuk bisa membedakannya.

========================================
Pengirim : Hotmian Haro
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Tuhan Tidak Mendengar
  2. Mengerti
  3. Mengerti
  4. Demi Tuhan Aku Tidak Menangisi Kepergiannya
  5. Lampu Merah Stop
  6. Ya dan tidak
  7. Aku mendengar Indonesia menyanyi
  8. Cinta yang Tidak Kita Sadari
  9. Beragama Tapi Tak Bertuhan
  10. Antara Ya dan Tidak
Next Topic:

Cerita sejenis

Teman ?

Awalnya pertemanan kita cukup sehat ..kita sahabatan..ada gw sendiri(tika),ada [Read More]

Mata Kuliah “Politik Cinta”

Mata kuliah politik, pertemuan pertama. Jurusan gw di gabung sama jurusan komunikasi. Gw liat di kanan depan ada [Read More]

Motor hondaku

Kadang gw kasihan liat motor Honda gw sendiri, hampir-hampir gak di rawat, di service dan di mandiin jg jarang. [Read More]

Maaf Aku Mencintaimu

Sebelum perkenalan dengannya Hidup ku sangat lah berjalan dengan baik, Aku Mempunyai keluarga, Sahabat, Karir, dan [Read More]

Aku Naik Haji

TEPAT pukul 15.45 Wib sore, pesawat terbangku baru tinggal landas meninggalkan Kota Palembang. Bandara Sultan Mahmud [Read More]

Ibda Binafsika

PAGI ini terasa sangat dingin sekali. Namun, tak menyurutkan niatku untuk mengambil wudhu, walau sedingin apa pun air [Read More]

Di Penghujung Tahun

Penghujung tahun akan segera tiba, namun apakah yang telah kita lakukan di tahun ini telah memiliki arti dalam [Read More]

My soulmate

Kurang nyaman sich kalau di kaitkan dengan budaya timur dimana kaum perempuan harusnya ada dalam posisi [Read More]

Pohon Nangka Tua

Tahun 1980 an daerah tempat tinggalku belum seramai sekarang. Masih sepi dan diliputi kisah mistik penduduknya. Setiap [Read More]

om….pimpaalaium….gammmbren

kosong…bukan berarti tidak bertempat. kosong di dipikiran termasuk mencapai dimensi lain dimana dunia bebas dari [Read More]