Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Wednesday February 8th 2012

Orde Stagnasi

Kembali kulangkahi jalan ini
Masih berdebu, masih kelabu
Lentera padam, nurani kelam
Kampungku masih seperti dulu

Pepohonan penuh dengan coretan tangan
Syair cinta pujangga desa, memohon ampun pada wanita
Sajak sajak proletar, memaki penguasa dengan kata kata
Puisi sunyi gadis malam, mabukkan jejaka dalam khayalnya

Tertegun aku membaca semua
Coba maknai apa adanya
Ah�, ini hanyalah kata kata
Yang menguap entah kemana
Penyabiknya saja tak bisa berbuat apa apa
Untuk memenuhi khayalan semata

Terus kutapaki jalan ini
Kumpulan buruh memeras peluh
Mengubah nasib yang kian keruh
Tak kenal tangis dan mengeluh

Tembok pabrik menjadi kanvas jalanan
Ungkapkan harapan dan kekecewaan
Lukisan nasib kaum pinggiran
Selalu tertipu tak pernah melawan

Aku sampai pada sumur tua
Yang tak pernah disentuh generasi muda
Kumangkukkan telapak tanganku
Meneguk air pelepas dahaga
Dinginnya segarkan kepala
Sejuknya cerahkan karsa

Cihideung, 25 Agustus 2004

========================================
Pengirim : Mataharitimoer
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Say ang emak
  2. Aku masih tersenyum
  3. Badai Siang Tadi
  4. Sajak Cinta yang Tak Kau Suka
  5. Rumahku
  6. Siapa Sangka
  7. Bangunlah Kaum Terpelajar
  8. Lagu orang usiran
  9. [maaf, belum bisa kujuduli]
  10. Kanvas
Previous Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]