Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Sajak sajak diatas Jembatan

Lalu seperti biasa , aku memandangimu,
Mencoba mencari keindahan yang selalu timbul seperti kata mereka,
Kala kita sedang jatuh cinta,

Semua nampak biru,
Sepi tanpa suara,
Atau memang aku yang tidak bisa menyentuh keindahan itu,

Kembali kupandangi rupamu yang sedang tertidur,
Kau lebih banyak diam daripada bicara bahkan merayu,
Merajuk,
Atau memuji,
Atau aku saja yang tidak paham kalau itu adalah salah satu dari ungkapan cinta,
Dengan diam dan senyum�

Juni 2004

bersiap siap aku melepaskan lipatan sayap dari lengan dan punggungku
aku akan melompat tinggi, dan jatuh tepat didepanmu lebih dari yang kau kira
saat musuh itu menghantam tempatku berdiri
tapi aku sudah terlalu jauh untuk kau sentuh

2004 Semarang

sengaja aku tidur lebih panjang dari waktu yang ada
sebab aku tidak akan sanggup menjawab serentetan pertanyaan dari bibirmu,
tentang aku, kau dan dunia yang akan kita ciptakan nanti,
sebab aku sendiri masih buta akan duniaku

terhempas 2004

jembatan itu dibangun dengan cinta diatas telaga
diharapkan bisa menghubungkan lebih cepat lagi urusan hati dari dua kota
dan hasilnya ,
masing masing dari kita tidak terlalu suka saling mengunjungi dengan berlari cepat melewati sang jembatan,
selain duduk duduk ditengah jembatan itu tanpa alas dan baju hangat,

2004

secangkir kopi yang kubuatkan untukmu masih tersisa setengah lagi,
tapi kau sudah buru buru pergi mengejar matahari
sedang sinarku lebih terang daripada sang mentari
tapi kau tak pernah menyadarinya

Juni 04

========================================
Pengirim : jeanni
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Sajak Diatas Jembatan
  2. Air di Bawah Jembatan
  3. Di Bawah Jembatan Yang Terkikis Senja
  4. Jembatan Maya
  5. Senja di Jembatan Merah
  6. Jembatan Maaf
  7. Sajak sajak senja 1
  8. Bunga Nora
  9. Lelaki yang duduk diatas Batu
  10. Sajak untuk Papa
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]