Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Kita dan apa yang kita rasa

Semakin hari �setiap medengar suaramu
Mulai teraba sedikit demi sedikit sisi di hatimu
Mungkin kau tak pernah setuju
Tak pernah setuju bila kuanggap itu adalah hatimu
Tapi diri ini lebih senang memikirkan kalau apa yang kau katakan
Adalah hasil dari pengolahan hati yang di singkronisasikan oleh otak
Menurut hematku yang kecil ini
Tidaklah ada satu manusiapun yang tidak memiliki hati
Begitupun tidak ada satu manusiapun yang
Tidak memiliki otak
Yang ingi ku sampaikan bukanlah hati yang merupakan seonggok daging pelengkap organ tubuh
Dan bukan pula kumpulan sel yang memenuhi sebagian ruang kosong di tempurung kepala kita masing masing
Aku hanya ingin menyampaikan sedikit tentang perasaan
Memang sulit untuk memahami hati setiap orang
Apalagi memahami otak yang sering bertolak belakang dengan hati
Diri ini memahami sesungguhnya amatlah sulit
Menyeimbangkan hati dan otak�
Menyeimbangkan perasaan dan pikiran
Tapi aku tak pernah malu untuk mengatakan perasaanku
Aku belum punya nyali untuk membodohi hatiku
Pengharapanku agar otak yang berada di kepalaku ini
Jangan lah sampai memakan hatiku�menutupi dan menguasai hatiku
Sungguh aku masih ingin memiliki perasaaan
Merasakan apa yang kurasakan
Dan menyayangi apa yang kusayangi�

( untuk seseorang disana : betapa suaramu terdengar lembut di telingaku )

11 sept 2004
keheningan 02.30

========================================
Pengirim : chiklets
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. rAsa CiNta yAnG JAuh
  2. Di Manakah Rasa Kemanusiaan Kita
  3. Kesalahan rasa yang datang
  4. Sadarkah kita ?
  5. Rasa yang tak pernah salah
  6. Rasa yang Hilang
  7. Inikah Yang Terbaik Untuk Kita?
  8. Waktu yang kita punya
  9. Nasib Kita Siapa Yang Menentukan?
  10. Penyesalan
Previous Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]