Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Terkutuklah Engkau Pengebom

Yang melakukan pengeboman adalah “binatang” berkepala manusia. Mereka bukan “binatang” juga bukan manusia. Terlalu mulia jika dibilang binatang. Derajat mereka lebih rendah dari seekor binatang. Tapi rupa mereka seperti manusia. Tepatnya Manusia berhati “binatang”.
Mengapa diberi tanda petik? Karena mereka bukan binatang. Beda…., Binatang dengan “Binatang”. Binatang punya hati sedangkan “Binatang” tidak punya hati.
Mereka adalah sekelompok “binatang” yang sedang kelaparan, mereka sedang mencari makanan. Awas, berhati hatilah… makanan mereka adalah manusia yang tidak berdosa.
Mereka juga tidak tahu apa itu Damai. Yang penting perut mereka kenyang. “Binatang binatang” ini tidak akan puas sampai negeri ini hancur dimakan habis sama mereka.

========================================
Pengirim : DPT
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Engkau dan aku berbeda
  2. Bagi Para Pengebom
  3. Engkau dan aku berbeda
  4. Tuhan, Engkau Pertemukan Dengan Kakakku
  5. Engkau
  6. Hati
  7. Surat Untuk Engkau
  8. Engkau adalah bunga, Nak
  9. Dapatkah Anjing Melihat Warna ?
  10. Dia Bilang
Previous Topic:

Cerita sejenis

Kita Orang Yang Terpilih

Dalam sebuah kisah pengembaraan seorang manusia dari bayi hingga menjadi seorang manusia yang sudah mengerti mana yang [Read More]

Kakek Tua dan Segenggam Beras

seorang kakek tua renta dengan baju lusuh dan karung dekil di pundaknya dengan nafas terasa sesak dengan mata berkaca [Read More]

Hidup di Jakarta

rintik hujan yang turun membasahi bumi jakarta,tempatnya kaum urban yang mengadu nasib. Dalam ketenangan dan himpitan [Read More]

Aku berubah, aku merubah, aku

Pada porosnya dunia berputar 24 jam sehari, gelap dan terang merupakan bagian dan element dari perputaran dunia. Dunia [Read More]

Prasangka / Praduga

Prasangka bisa di artikan kata praduga. Dengan arti tujuan yang di duga masih terlalu dini untuk di simpulkan. Di duga [Read More]

Manusia berpunuk

Bercita cita setinggi gunung yang siap meledak. bila di rentangkan akan seluas samudra biru. sedangkan engkau di [Read More]

Polyraga dan Monojiwa

Raga ini tercipta dengan berbagai bentuk dan keunikan masing masing. Dengan sedikit tambahan pernak pernik dan [Read More]

Bagus dan Usaha

Bagus itu relative tetapi usaha itu mutlak. Manusia berparas bagus adalah relative, tergantung selera manusia lain yang [Read More]

Dunia tanpa cikal bakal

Hidup tanpa tujuan merupakan hidup yang hampa. Hampa merupakan suatu ruang sendiri yang menyita waktu dan mengarahkan [Read More]

Kemiskinan

zaman serba moderen sekarng ini masih banyak masyarakat yang miskin baik miskin pengetahuan ataupun kemiskinan materi, [Read More]