Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Senjakala Negeri Purbadewa

malam di sini, ciptakan tawa
malam di sana, ciptakan tangis
kembali cerita lama dilantunkan
dalam sebuah nada kuno yang membosankan

kaum oportunis mengumbar rahasia
tenggelamkan wajah tuannya
yang sedang menangisi tahta

lembaran fakta mulai diungkapkan
kemana saja mereka saat masih menjilati pantat tuannya?
Satu persatu mereka maju membawa kebenaran
Pahlawan kesiangan sibuk mencari harapan
Agar mendapatkan perhatian
Di haribaan raja baru yang suka berdendang

Aku muak melihat fenomena ini
Yang selalu saja berulang, kala sang raja baru datang
Raja lama ditinggalkan dan dicampakkan
Padahal satu tali tiga uang

Cerita hari hari negeri purbadewa
Dunia penuh syakwasangka
Kekuasaan menjadi terkaman angkara murka
Kaum proletar tak lagi ada yang disapa

Muntah
Muntahan mereka menggenangi kota
Mengalir membusuki jantung desa

Jakarta, 24 September 2004

========================================
Pengirim : mataharitimoer
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Cerita Kuno Tentang Negeri PURBADEWA
  2. Undang undang Dasar Negara Purbadewa
  3. DSBT : Negeri Diatas Angin
  4. Mendekati dosa
  5. Kutu Kupret
  6. Beginilah hidup di negeri Hantu
  7. Kencan Sang Penguasa
  8. Kugadaikan Negeri Ini Padamu
  9. Semoga negeri ini hancur
  10. Menikah diluar Negeri
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]