Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Pakaian Impor Bekas

Ribuan pedagang pakaian layak pakai yang tergabung dalam
Paguyuban Pedagang Pakaian Layak Pakai (P3LP), Senin (01/11)
mendatangi gedung DPRD Propinsi Jawa Timur meminta agar
Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan
(Kepmemperindag) nomor 642 tahun 2002 tentang larangan impor
pakaian bekas dicabut.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan para pedagang itu sempat
menarik perhatian pengguna jalan di kawasan Jalan Indrapura
sehingga menghambat arus lalu lintas. RISTAMANSYAH Ketua umum P3LP Jawa Timur mengatakan aksi itu mereka lakukan karena sekarang mereka menganggur akibat pasokan pakaian layak pakai
yang harusnya mereka jual disita aparat Bea dan Cukai.

RISTAMANSYAH pada TEGUH reporter Suara Surabaya mengatakan
penyitaan yang dilakukan bea dan cukai itu juga tidak wajar
karena pakaian bekas yang mereka datangkan dari Pulau Badas
Slawesi Tenggara lewat pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi itu bukan pakaian impor.
Dalam aksi itu para pedagang mengancam akan menggelar aksi
lebih besar lagi Kamis (05/11) mendatang kalau tuntutan mereka tidak dipenuhi DPRD Propinsi Jawa Timur.
Sementara AHMAD SUFIYAJI Ketua Komisi B DPRD Propinsi Jawa
Timur usai menerima perwakilan para pedagang mengatakan Komisi
B DPRD Propinsi Jawa Timur hanya akan meneruskan aspirasi yang
disampaikan Paguyuban Pedagang Pakaian Layak Pakai (P3LP) itu
lewat Gubernur Jawa Timur.
Menurut ACHID sapaan akrab AHMAD SUFIYAJI, komisinya hanya akan meneruskan surat tuntutan para pedagang ke Gubernur Jawa
Timur lewat pimpinan dewan. Kemudian Gubernur akan meneruskan
surat tuntutan itu ke Menteri Perdagangan. Kata AHMAD SUFIYAJI, komisi B DPRD Propinsi Jawa Timur juga akan mengundang dinas perdagangan Pemprop Jawa Timur untuk diminta penjelasannya tentang tuntutan yang disampaikan ribuan pedagang pakaian layak pakai.
===================

pedagang : “pemerintah merugikan ”
nasionalis : “malu� in pake baju bekas orang ”
orang miskin : “pakaian murah di larang terus di suruh pake apa ?”
anda : “……………….” , jangan diam bung .. jawab kenapa .. ??

========================================
Pengirim : loper
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Dusta Bekas Perempuanku
  2. Naik KRL Bekas, mak nyesss ..
  3. Hebatnya Anggota Parlemen Kita
  4. Setan Diantara Diskusi Wali
  5. Percakapan di pesantren
  6. Indonesia Raya Mengerang
  7. Demonstrasi, orang dan kepala anjing.
  8. Jalan ku
  9. Sial
  10. Pakai Kolor Saja
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Kita Orang Yang Terpilih

Dalam sebuah kisah pengembaraan seorang manusia dari bayi hingga menjadi seorang manusia yang sudah mengerti mana yang [Read More]

Kakek Tua dan Segenggam Beras

seorang kakek tua renta dengan baju lusuh dan karung dekil di pundaknya dengan nafas terasa sesak dengan mata berkaca [Read More]

Hidup di Jakarta

rintik hujan yang turun membasahi bumi jakarta,tempatnya kaum urban yang mengadu nasib. Dalam ketenangan dan himpitan [Read More]

Aku berubah, aku merubah, aku

Pada porosnya dunia berputar 24 jam sehari, gelap dan terang merupakan bagian dan element dari perputaran dunia. Dunia [Read More]

Prasangka / Praduga

Prasangka bisa di artikan kata praduga. Dengan arti tujuan yang di duga masih terlalu dini untuk di simpulkan. Di duga [Read More]

Manusia berpunuk

Bercita cita setinggi gunung yang siap meledak. bila di rentangkan akan seluas samudra biru. sedangkan engkau di [Read More]

Polyraga dan Monojiwa

Raga ini tercipta dengan berbagai bentuk dan keunikan masing masing. Dengan sedikit tambahan pernak pernik dan [Read More]

Bagus dan Usaha

Bagus itu relative tetapi usaha itu mutlak. Manusia berparas bagus adalah relative, tergantung selera manusia lain yang [Read More]

Dunia tanpa cikal bakal

Hidup tanpa tujuan merupakan hidup yang hampa. Hampa merupakan suatu ruang sendiri yang menyita waktu dan mengarahkan [Read More]

Kemiskinan

zaman serba moderen sekarng ini masih banyak masyarakat yang miskin baik miskin pengetahuan ataupun kemiskinan materi, [Read More]