Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Wednesday February 8th 2012

Jawab Aku

Aku terjerat tali tali bangsaku
Membelit setiap sendi hidupku
Meremukkan tulang harapanku
Meninggalkan memar biru yang ngilu
Aku menangis ….
aku meratap …
Dalam ketidak berdayaanku

Mengapa???
Mengapa bangsaku bersekutu dengan domba bertaring dan berkuku serigala??
Tidakkah bangsaku tahu,
Mimpiku habis di kunyah domba itu??
Tidakkah bangsaku sadar,
Aku di jadikan pekerja rodi domba itu???

Aku menggelepar gelepar
Mempertahankan sepenggal nyawa,
yang masih tersisa
Aku berteriak,menyerukan sakitku
Aku menjerit,menyuarakan hak hakku
Namun….
Bangsaku mendengar sebagai parodi gagal

Getir,pahit,luka,derita,pengorbanan
Itukah hakku???
TIDAK
Karena getir ,aku berani merangkai mimpi
Karena pahit,aku berani menyulam harapan
Karena luka aku ingin lebih sempurna
Karena derita aku mau bahagia
Dan karena pengorbanan aku dambakan tawa

Sekarang aku tanya bangsaku,
Apakah aturan aturan itu hanya untuk menjeratku??
Hanya itukah yang bisa bangsaku perbuat untukku??
Pantaskah kalau kusebut bangsaku pecundangku???

Sekarang kuteriakkan
Dengar dan buka telinga kalian lebar lebar
Sakitku itu pamrih
Tangisku juga pamrih
Pengorbananku tak lain karena pamrih
Kembalikan darah darah senyumku yang kau hisap
Karena aku bukan pendonor dermawan

Kalau kemarin kalian picingkan mata memakiku
Menyebutku budak budak bodoh tak berarti
Kini kubukakan mata kalian
Memandangku tanpa memicing
Karena meski aku cacing,lihat jasaku yang telah menyuburkan kantong kalian
Hitung angka nominal yang kalian raup tanpa setahuku

Sekarang aku sadarkan kau bangsaku
Kau hanya sekedar onggokan benalu tak tahu malu
Menumpang hidup dari cacing cacing sepertiku
Punyakah nyali kalian ucapkan terima kasih atas jasaku???

Honk Kong,10 Dec 04

========================================
Pengirim : Ann
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Temanku
  2. Boeat Bangsakoe INDONESIA
  3. LUKA dan HARAP BANGSAKU
  4. Tiada Yang Tersisa
  5. Akan Tetap Ada Tanya
  6. Tertanya pada jawab
  7. Jawab Aku
  8. Jawab Aku
  9. Tangisan hati
  10. Masih Adakah Aku dihati kalian
Previous Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]