Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Wednesday February 8th 2012

Aceh …. oh … Aceh

BENCANA beruntun menimpa negeri ini. Belum lagi penderitaan di Alor dan Nabire usai, gempa kembali mengguncang Aceh dan Sumatra Utara.

Bahkan, lebih parah, sangat parah. Gempa itu disertai gelombang pasang (tsunami). Menurut Badan Geofisika dan Meteorologi Amerika Serikat, gempa yang berpusat di lautan dekat Meulaboh, Aceh, itu merupakan gempa terbesar kelima di dunia sejak 1900 dan terdahsyat sejak gempa di Alaska pada 1964.

Indonesia pun menangis. Kita menangis karena ribuan saudara kita pergi meninggalkan kita. Kita menangis karena penderitaan yang tiada kunjung henti menimpa anak bangsa.

Tetapi, dunia pun turut menangis. Sebab, sekitar 23 ribu orang tewas di kawasan Asia Tenggara dan Selatan akibat tsunami yang dipicu gempa tersebut.

Bencana alam, tentu saja, adalah perkara yang tidak selalu dapat dihindarkan. Bahkan, sekalipun ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang pesat dan canggih, tetap saja terdapat misteri alam yang hingga kini tiada sepenuhnya dapat terperikan oleh akal budi manusia.

Karena itu, bencana alam, dari satu segi, sering dikaitkan dengan makna yang religius. Semacam peringatan kepada umat di bumi untuk melihat kembali relasinya dengan Sang Khalik, terutama melalui perbuatannya terhadap alam semesta. Di antaranya, kelakuan manusia yang telah merusak alam sehingga menghancurkan ekosistem.

Dalam hal tragedi yang menimpa Aceh, perspektif harus lebih dilebarkan menjangkau ranah kekuasaan. Sebab, inilah bagian Tanah Air yang telah menderita didera konflik berkepanjangan dan sekarang menderita karena bencana alam.

Konflik di Aceh bermula dari kekecewaan yang mendalam terhadap pemerintah pusat. Pusat bukan saja tidak memerhatikan Aceh, bahkan mengeksploitasi Aceh, dan kemudian mencederai banyak janji terhadap Aceh. Maka, lahirlah pemberontakan, keinginan yang sangat kuat dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perang saudara itu belum lagi usai, sekalipun darurat militer telah berubah menjadi darurat sipil. Darah masih terus mengalir, nyawa masih terus melayang. Dan, sekarang, kita pun menangis karena gempa terbesar yang menghancurkan dan merenggut ribuan nyawa saudara kita di Aceh.

Ada janji pemerintah baru untuk mengevaluasi darurat sipil di Aceh setiap bulan. Janji itu sempat menuai kritik. Dan, sekarang, mestinya semua anak bangsa harus bisa melihat Aceh dalam segi kemanusiaan yang lebih luas dan mendalam.

Aceh tidak hanya memerlukan bantuan makanan dan minuman. Tidak pula hanya obat. Tetapi, juga kain kafan untuk saudara saudara kita yang telah meninggal dunia. Untuk itu, melalui mimbar ini, kita mengetuk pintu hati anak bangsa ini agar mengulurkan tangan dalam dompet kemanusiaan.

Lebih dari itu, usai gempa, Aceh memerlukan kedamaian. Perang saudara harus segera diakhiri. GAM kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Pusat mengubah kelakuannya yang meminggirkan Aceh. Lalu, menyusul pembangunan sarana dan prasarana sehingga menjadikan Aceh sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang aman dan sejahtera.

Sesungguhnya, alam telah murka, sebagai pertanda yang harus dibaca secara sublimatif. Yaitu, karena kita lebih mementingkan ego masing masing, lebih mengedepankan kekerasan ketimbang cara cara damai dalam menyelesaikan masalah. Kemarahan alam kiranya menyimpan kearifan kemanusiaan yang mendalam bagi bangsa ini

========================================
Pengirim : loper
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Lamunan Ceritaku
  2. Aceh Marah
  3. Hanya Aceh dan Nias
  4. Sudah Bosankah Alam Pada Kita?
  5. Kita satu Bangsa
  6. Sindiran dari NYA
  7. Ketetapan Tuhan
  8. Doa Untuk Aceh dan Tsunami Victims Part II
  9. Jangan Jadikan Bencana di Aceh sebagai awal dari Bencana yang lebih besar
  10. Aceh…26 desember 2004

Cerita sejenis

Beriman bukanlah kata-kata

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal [Read More]

Kereta langit
Kereta langit

Konon kabarnya, di langit kita tinggallah seseorang. Ia mempunyai sebuah kereta yang siap diluncurkan kapan saja dan [Read More]

Negeriku

Ketika dunia sudah bertambah tua manusia malah semakin menjadi beramai ramai menghancurkan bumi tempat dia dilahirkan [Read More]

Kisah Frank

Rapat Direksi baru saja berakhir. Bob mulai bangkit berdiri dan menyenggol meja sehingga kopi tertumpah keatas catatan [Read More]

Sakit Hati

satu hal lagi yang kupelajari dari peristiwa sky is falling dan pembenarannya selain persimpangan adalah hakekat sebuah [Read More]

Sang Pemerkosa Menebus Dosa

Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa 17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama [Read More]

Penjara Pikiran

Di British Columbia, dibangun sebuah penjara baru untuk menggantikan penjara Fort Alcan lama yang sudah digunakan untuk [Read More]

Jendral yang selalu menang

Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena [Read More]

Sukses dalam tujuan

dalam hidup ini harus dapat menerima apa adanya Orang ingin sukses hendaknya pantang menyerah memusatkan tujuannya Niat [Read More]

Manusia yang baik

Bismillahirrohmanirrokhim Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh “ Manusia yang baik “ Dengan [Read More]