Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Saturday February 4th 2012

Kumpulan Puisi Tentang Ibu

Surat Untuk Ibu

Hari ini aku tulis surat untukmu
Tentang kebahagiaan
Tentang penderitaan

Aku masih tetap ingat
Kata bijak yang engkau tulis
“Tersenyumlah
Sebab, senyum adalah ibadah”

Kebahagiaan selama ini
Adalah kebahagiaan untuk ibu
Penderitaan selama ini
Adalah penderitaan untuk ibu

Ibu
Ini adalah surat
Surat tentang kisah anakmu
Yang ditulis
Karena kebahagiaan
Karena penderitaan

By
D M W

Jember, 15 Des 2004

Doa Seorang Anak Kepada Ibu

Masihka ibu menikmati hidupmu
Hidup penuh kedamaian
Dalam hati ibu
Apakah itu sebuah impian
Yang selama ini menjadi harapan

Berbanggalah Ibu
Karena ibu bisa menikmati hidup
Anakmu akan selalu berdoa
Hidup adalah jalan
Dimana penderiataan dan kebahagiaan
Selalu menyertainya

Sejenak anakmu merenung
Membayangkan
Betapa indah arti kehidupan
Inilah hidup, Ibu
Anakmu berdoa untukmu

By
D M W

Jember, 15 Des 2004

Ibu, Anak, dan Cinta

Inilah waktu yang tepat
Seorang anak ingin mencari jati dirinya
Bantulah dengan penuh ikhlas

Cinta seorang anak kepada ibu
Adalah hati nurani
Demikian juga cinta seorang ibu kepada anak

Ibu ….
Biarlah anakmu mencari jati dirinya
Biarlah anakmu menempuh jalan hidup sendiri

Hanya doa ibu yang aku harapkan

Janganlah bersedih
Melihat anakmu pergi
Mencari jati diri, menempuh jalan hidup sendiri

Ibu ….
Anakmu bangga
Punya ibu sepertimu

By
D M W

Jember, 15 Des 2004

Inilah kehidupanku Ibu

Saat kecil
Engkau tulis harapanmu, Ibu
Engkau berharap aku menjadi teladan

Hidup adalah jalan
Yang harus dilakukan
Karena hidup punya tujuan

Inilah kehidupanku
Kerasnya kehidupan seperti batu
Yang harus aku lakukan

Bagaimana kehidupanmu Ibu
Ceritakanlah Ibu
Apakah kehidupan ibu
Akan sama dengan kehidupanku
Kehidupan seorang teladan

By
D M W

Jember, 15 Des 2004

I b u

Engkau adalah seorang ibu
Yang selalu menemaniku
Ketika aku butuh kasih saying

Didalam hatiku
Engkau adalah ibu
Dengan senyum dan cinta
Engkau tebarkan kepada anak anakmu

Ibu ….
Masihkah engkau ingat
Anak anakmu dulu
Bermain di dekat pekarangan rumah
Bercanda, tertawa, tanpa kenal lelah

Ibu …
Masihkah engkau ingat
Anak anakmu dulu
Bermain di dekat kolam ikan
Engkau selalu memarahiku

Kemarahanmu adalah kasih saying
Anakmu Rindu Ibu ?
Rindu masa lalu
Rindu masa depan

By
D M W

Jember, 15 Des 2004
Kepergian Bunda

Bunda
Suatu malam aku menemui bunda
Bukan dialam nyata
Bunda hadir dalam mimpi

Kenapa bunda hadir dalam mimpi
Ketika itu hatiku berdetak
Nampak ada firasat memanggilku

Kenapa bunda hadir dalam mimpi ?
Akupun ingat wajah shahdu memancarkan sinar
Nampak ada firasat memanggilku

Mimpi itu selalu hadir
Tidak hanya sekali

Bunda
Aku merindukanmu

Apakah ini tanda kepergian bunda

By
D M W

Jember, 15 Des 2004
Terima Kasih Ibu

Doa ibu aku nantikan
Di tengah perjalanan yang harus aku lakukan
Pesan ibu aku pegang
Pesan ibu selalu menjadi titik kerinduan

“Janganlah engkau menyerah anakku
Pergilah, lihatlah dunia luar
Dunia itu adalah milikmu
Kelak engkau akan menikmatinya”

Terima kasih ibu
Betapa mulia hati ibu
Pesan dan doa adalah bekal
Ditengah perjalanan yang harus aku lakauakan

By
D M W

Jember, 15 Des 2004

Rintihan Seorang Anak Terhadap Ibu
Ibu….
Kenapa ibu bersedih
Apakah ibu tidak melihat

Hari ini
Anakmu bahagia
Atau ibu sudah mengetahui
Takdir anakmu esok hari

Akui harap ibu membuka
Rahasia yang menjadikan beban bagimu
Atai ibu bersedih karena takdir ibu sendiri
Tentang haro esok
Atau kita punya takdir yang sama
Mengapa ibu bersedih ?

Hari ini anakmu bahagia
Entah esok hari
Kita lupakan esok hari

Lihat anakmu
Hari ini anakmu bahagia

Ayo ibu …
Kita berdoa
Kita jalani takdir ini
Biarlah esok hari menjadi esok hari
Lihatlah hari ini ?
Anakmu bahagia

By
D M W
Jember 17 Juni 2004

========================================
Pengirim : Dwi Masdi W
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Rintihan Seorang Anak Terhadap Ibu
  2. Kumpulan Puisi Tulus
  3. Kumpulan Puisi Perenialisme
  4. Kumpulan Puisi 2 Hari
  5. Kumpulan puisi (Pramboedie)
  6. Puisi Sedih Lama
  7. Bunda
  8. Kumpulan puisi
  9. Kumpulan puisi Firman Taqur
  10. Puisi Perjalanan

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]