Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Puisiku Putus di Sini

puisiku terputus dalam kertas roti
bergambar kantor bupati
dan sekretariat daerah bangka barat
dengan gaya bangunan kolonial belanda

puisiku terpuruk dalam luasan lahan
denah, tampak, potongan dan rencana lain
jadwal asistensi satu bulan saja
dan kejaran batas waktu dua bulan
dengan rajah superjelimet pada kertas kalkir
ditambah maket dan pendadaran

puisiku terpupus dalam awan angan
lulus dengan nilai memuaskan
senyum bertaburan
haru berhamburan
salam bersambutan
seluruh keluarga lega
(akhirnya aku selesai juga )
toga di kepala
panggilan kerja bergaji tinggi
seorang perempuan menanti
aaaaaaaah…

puisiku oh puisiku
jatah waktu tinggal tiga minggu
mau membuktikan mimpi
ataukah kembali dengan sesal di hati
pilih sendiri saat ini

babarsariyogya, 27 november 2004

========================================
Pengirim : agts wahyono
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Puisiku Kini Bisu
  2. Waktu Puisiku Pasrah
  3. Tak lahir puisiku pada klimaks
  4. Ada BAYU di sini
  5. Kau Gadis Di Bawah Cemara
  6. Bolehkah Aku Mati di Sini?
  7. Cerita Bulan
  8. Berhenti Di Sini
  9. Putus
  10. Aku Masih di sini
Next Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]