Beberapa waktu yang lalu saya pergi ke Kalimantan. Setelah beberapa lama tinggal dan menjelajah di sana, akhirnya saya sadar bahwa di pulau itu ternyata tidak ada hewan harimau. Ketika saya bertanya mengapa, seorang sahabat menuturkan demikian: suatu saat terjadi masa kering yang panjang. Hutan hutan di luar pulau Kalimantan banyak yang kering dan tumbuhannya mati. Dalam situasi semacam itu harimau memiliki ide untuk hijrah ke Kalimantan. Ide ini diketahui oleh kancil, salah satu binatang yang tergolong cerdas.
Kancil berpikir, kalau harimau pergi ke Kalimantan maka ruang geraknya akan menjadi semakin sempit. Kancil akhirnya mencari cara agar harimau tidak pergi ke kalimantan. Kancil mengambil salah satu bulu landak, dan mengirimkan ke harimau, sambil memberi pesan “harimau kamu harus berpikir dua kali lipat sebelum pergi ke Kalimantan, karena di pulau itu hewan yang terkecil saja memiliki bulu sebesar ini. Kamu bisa membayangkan sebesar apa bulu hewan hewan yang lebih besar dari landak. Dari bulunya kamu tentu bisa membayangkan kekuatan yang dipunyainya. Taring dan kekuatanmu tidak mungkin mengalahkannya.” Mendengar pesan dari si kancil, harimau pun memutuskan untuk tidak pergi ke Kalimantan. Alhasil, selamanya harimau tidak pernah melihat pulau Kalimantan.
Cerita ini mungkin terdengar konyol di telinga kita. Akan tetapi perjalanan hidup kita seringkali diwarnai oleh kisah kisah yang senada dengan kisah harimau itu. Harimau tidak pernah melihat Kalimantan karena dia tidak mempunyai keberanian untuk berhadapan dengan pengalaman pengalaman kekalahan atau kegagalan. Hal yang sama seringkali terjadi dalam hidup kita. Perkembangan dan keberhasilan kerapkali tidak memihak kita, bukan karena in se kita adalah manusia yang gagal, melainkan karena kita tidak mempunyai keberanian untuk mencoba dan berusaha secara serius. Kegagalan atau kekalahan dalam hidup kita lihat sebagai pengalaman yang memalukan. Padahal kalau kita cerdik membaca dan merenungkan aneka ajaran para bijak, pengalaman kegagalan atau kekalahan sebenarnya merupakan pelajaran yang harus kita lewati jika kita menginginkan kebahagiaan dan keberhasilan dalam hidup.
========================================
Pengirim : yohanes agus setyono
========================================
Related posts:











