Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Fragmen Para Leluhur

Semalam Nuku bertandang ke mimpiku dengan seribu hulubalang Alifuru
Kenapa masih juga lari tanpa mahkota
Hardiknya selaksa mantera menyihir sisa tidur tanpa ampun

Siapa kini berdiri di garis pantai dengan Kasuba
Siapa bisa bikin perhitungan seperti kami
Siapa bisa kirim cora cora laksana camar menghadang musuh
Jika kalian menyisih diri dan lari sembunyi

Tadi pagi Chairun datang tanpa permisi
Membanting pintu kantor mereguk sisa kopi dari gelasku sambil berkhotbah
Siapa kini teken janji untuk negeri dengan upah nyawa
Tanah air telah di garami nafsu dan angkara
Dimana para bobato bisa baca doa jika masjid di penuhi pendosa
Bukankah kau pewaris Kapita Laut?

Siang ini Kapita Magodu muncul di kawal Cala Ibi
Merenggutku dari hadapan komputer dengan seribu mata panah
Ayo kita berlayar sekarang dengan Arumbae
Atau kukirim pulang dengan suara Adzan
Tapi siapa bisa kasih tinggal Jakarta tanpa jaminan akan binasa
Siapa berani bilang moya Mudhafar salah kuasa
Siapa bisa usir cukong dari Halmahera

Sio.. Mari Moi tak lagi Ngone Futuru
Tetapi Masidika Ngone Fururu

(Mari Moi Ngone Futuru Masidika Ngone Fururu = Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, Bahasa Daerah Ternate. Moya = Tidak, Bahasa Daerah Sanana Maluku Utara. Cala Ibi = Burung Hantu. Arumbae= Kapal Perang Tradisional. Kapita = Laksamana. Kasuba = Bunga Melati)

========================================
Pengirim : Dino F. Umahuk
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Warisan Leluhur
  2. Kisah Cinta Para Raja
  3. Konferensi Para jin
  4. Puisi Para Pecinta
  5. Bagi Para Pengebom
  6. Siapa Bunuh Rindu Tanpa Permis
  7. Kepada Nia
  8. Sendiri
  9. Jasad Yang Mati
  10. Tak Gentar
Previous Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]