Semalam Nuku bertandang ke mimpiku dengan seribu hulubalang Alifuru
Kenapa masih juga lari tanpa mahkota
Hardiknya selaksa mantera menyihir sisa tidur tanpa ampun
Siapa kini berdiri di garis pantai dengan Kasuba
Siapa bisa bikin perhitungan seperti kami
Siapa bisa kirim cora cora laksana camar menghadang musuh
Jika kalian menyisih diri dan lari sembunyi
Tadi pagi Chairun datang tanpa permisi
Membanting pintu kantor mereguk sisa kopi dari gelasku sambil berkhotbah
Siapa kini teken janji untuk negeri dengan upah nyawa
Tanah air telah di garami nafsu dan angkara
Dimana para bobato bisa baca doa jika masjid di penuhi pendosa
Bukankah kau pewaris Kapita Laut?
Siang ini Kapita Magodu muncul di kawal Cala Ibi
Merenggutku dari hadapan komputer dengan seribu mata panah
Ayo kita berlayar sekarang dengan Arumbae
Atau kukirim pulang dengan suara Adzan
Tapi siapa bisa kasih tinggal Jakarta tanpa jaminan akan binasa
Siapa berani bilang moya Mudhafar salah kuasa
Siapa bisa usir cukong dari Halmahera
Sio.. Mari Moi tak lagi Ngone Futuru
Tetapi Masidika Ngone Fururu
(Mari Moi Ngone Futuru Masidika Ngone Fururu = Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, Bahasa Daerah Ternate. Moya = Tidak, Bahasa Daerah Sanana Maluku Utara. Cala Ibi = Burung Hantu. Arumbae= Kapal Perang Tradisional. Kapita = Laksamana. Kasuba = Bunga Melati)
========================================
Pengirim : Dino F. Umahuk
========================================
Related posts:











