Jendral berbintang lima, saudagar kaya raya , dan artis top ibu kota , semua hanya serpihan atribut dunia
yang menempel untuk sementara. Namun, kadang manusia menjadi angkuh dan jumawa. Terkesan melupakan, arti sesungguhnya keberadaannya di dunia.
Tidak akan pernah ada manusia yang hidup kekal di dunia. Fir’aun sekali pun yang mentasbihkan dirinya sebagai “Tuhan” , tetap tidak kuasa menahan takdir dan kehendak Nya. Tapi sungguh mengherankan, tatkala banyakmanusia yang mengikuti jejeak Fir’aun dengan menjadikan harta, pangkat, dan jabatan sebagai Tuhannya. Mereka nyaris tak peduli bahwa semua itu hanya hiasan yang menempel untuk sementara.
Sadarkah manusia bahwa mereka sesungguhnya telah melakukan perjanjian dengan Allah SWT. Sebelum lahir ke dunia? Perjanjian yang berisi pengakuan manusia terhadap ke Esaan Tuhannya. Sebuah perjanjian abadi yang kembali harus kita ungkapkan dan pelajari sekarang ini.
Allah SWT berfirman :” Dan ingatlah (hai Muhammad), ketiak Tuahnmu mengeluarkan( menciptakan) keturunan anak anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian dari diri mereka sendiri dengan firman Nya, “Bukankah Aku Tuhanmu ?’” Mereka menjawab “Ya kami mengakui .“ Nanti di hari kiamat kamu tidak dapat lagi mengatakan, ‘ Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini (keesaan Allah).’ Atau agar kamu tidak mengatakan , ‘Sesungguhnya bapak bapak orang tua kami dahulu yang mempersekutukan tuhan, dan kami keturunan sesudah mereka. Apakah Engkau akan membinasakan kami lantaan perbuatan orang orang yang sesat (dahulu itu)’?” (QS. Al A’raf 172 173).
Ayat di atas menerangkan bahwa seluruh manusia pernah melakuakn persaksian dengan Allah SWT. Pengalaman luar biasa ini tertananm dalam jiwa manusia dan menjadi fitrah bagi kehidupannya. Artinya, ada sebuah pertanggungjawaban yang harus dilakukan manusia setelah habis masa keberadaannya di dunia. Nabi Muhammad SAW mengibaratkan, “ Manusia di dunia tertidur, dan jiak mati mereka baru terjaga.” Rangkaian dalil tersebut cukup jelas bagi kita untuk merenugnkan dari mana dan ke mana kita akan kembali.
Sekarang sudah sepantasnya bagi kita sebagai umat yang berimanuntuk terus menerus melakukan introspeksi diri. Upaya kpnkrit yang bisa kita lakukan adalah :
Pertama, Janagn pernah berharap selain kepada Nya.
Kedua, tak pernah berhenti bersyukur atas nikmat Allah
Ketiga, kenali diri sebagai upaya untuk mengenal lebih jauh Ilahi Rabbi.
========================================
Pengirim : mikomurt
========================================
Related posts:











