Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Jangan Lupa Shalat

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”. Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk.

Air matanya berderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.” “Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa as terkejut. “Saya takut mengatakannya.” jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu ragu ” desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya ……telah berzina.” Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun……lantas hamil.

Setelah anak itu lahir, langsung saya……. cekik lehernya sampai……tewas”, ucap wanita itu seraya menagis sejadi jadinya. Nabi musa berapi api matanya. Dengan muka berang ia menghardik,” Perempuan bejad, enyah kamu dari sini Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi “…teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik. Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancurluluh segera bangkit dan melangkah surut.

Dia terantuk antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya,betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?” Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepadaJibril.

“Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?”
“Ada ” jawab Jibril dengan tegas.
“Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran.
“Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal.
Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina”.

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya.

Berarti ia seakan akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.
(Dikutip dari buku 30 kisah teladan KH. Abdurrahman Arroisy)

Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al Quran,membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Kabah.

Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.

Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.

========================================
Pengirim : Tyo
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Dosa Besar Yang Tidak Diampuni
  2. Jangan Pernah Lupa
  3. Gangguan Syetan Dalam Shalat
  4. Mimpi bertemu nabi muhammad saw
  5. Nabi Harun A.S
  6. Jangan Negatif Thinking
  7. Ayah Juga Lupa
  8. Lupa,Tidak,..Lupa.
  9. Hak Anak Yatim
  10. Di Pengadilan
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Delapan musuh setan

1.nabi muhammad 2.taat 2orang tua 3.alim menjalankan 4.hafal alquran 5.pemimpin adil 6.pedagang jujur 7.kaya yang [Read More]

Ciptakan hidup sederhana

ada salah satu cerita pada jaman dulu yaitu pada zaman para sahabat rosululloh saw. namanya adalah Suud bin Masud bin [Read More]

Benarkah

Banyak orang menghabiskan waktunya entah kemana dan dimana. Serba tidak jelas dan tidak tegas. Atau tegas pada [Read More]

Perumpamaan

Untuk itu kita akan melihat apakah rahasia Injl Kerajaan, sebagai : SEORANG PENABUR : Rahasia Injil Kerajaan [Read More]

Pengobat DOSA dan MAKSIAT

“Ambillah akar akar kefakiran, daun daun kesabaran, ranting ranting ketawadhuan, kuncup kuncup kekhusyuan, bunga [Read More]

Pengumpul Hadist Nabi

IMAM MALIK Nama penuhnya ialah Malik bin Anas. Dia berasal daripada suku Zi Asbah kaum Arab di Yaman. Beliau dilahirkan [Read More]

Sejarah Kehidupan

Sudah ditinggal Wafat oleh kedua orang tuanya dan mertuanya.Hidup dengan dua orang anak yang sudah gede2 dan kini [Read More]

Apa arti Hidup

seperti pepatah bilang bahwa.. “sakit adalah arti dari sehat” dengan sakit kita tahu bahwa begitu nikmatnya [Read More]

Tahajjud Hijacker

Sehabis maghrib aku masuk dalam sebuah cengkrama. Kali ini tentang sosok seorang tokoh yang memiliki pengikut setia. [Read More]

Menuju Puncak

Lepaskan kegalauan hatimu, sambut angin segar pagi ini ambil semangat matahari yang membakar. berlari menuju kepuncak , [Read More]