Kutangisi kenyataanku
karena serpihan jarummu menyinggahi hatiku
tak sekedar memar bekukan daraku dan membiru
atau menghujat darahku tuh keluar
seperti luka karena ketajaman pedang
yang membuat jantungku berotak
karena serambinya tak disinggahi darah permintaannya
dan nafasku berhenti.
Kurasakan aku telah salah
kebimbanganku terlalu memburu
kebutaanku telah m,embangun tabir nuraniku
menghanguskan logika dan kematanganku
meski mereka sempat menjerit,tertindas.
saat itu,
aku adalah hamba pengaguumu
entahlah
mantra apa itu
yang menjeratku untuk memujamu
rayuan diatas layar cintamu
telah menyeretku menuju kebahagiaan bias tanpa kesadaran
ucap setiamu hanya membonceng janji
dan membuatku menunggu .
Tapi kubahagia
kau dapatkan mimpimu kembali
dan merajut senja keemasan citamu
bersama iringan kebahagiaan yang setia bertalu
menyemai benih cinta diladang surga.
gondokusuman,march2005
========================================
Pengirim : shee_ya
========================================
Related posts:











