Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Wednesday February 8th 2012

Untuk Ayah…

Ayahku Sayang…
Sekian tahun ayah pergi dari dunia fana ini…
Sekian tahun juga anakmu ini berjuang untuk mewujudkan keinginan ayah….
Meski lewat perjuangan yang tidak mudah…

Ayahku sayang….
Masih inget ketika aku kecil kita selalu menghabiskan waktu berdua…
mengerjakan pekerjaan pekerjaan yang hanya cocok untuk laki laki…
Kata Ayah, seorang wanita harus serba bisa…

Ayahku sayang….
Aku masih inget…ketika ayah ketika kecapekan mengangkat air, aku selalu siap menggantikan ayah…
Ketika harus manjat atap rumah karena gentengnya bocor, aku siap menggantikan ayah…
Ketika listrik mati karena kabel digigit tikus di atas sela sela atap rumah, ayu siap manjat buat memperbaiki listrik…
Dan masih banyak kegiatan yang selalu ayah ajarkan kepadaku….

Ayahku sayang….
Suatu saat kita sering diskusi bersama….
tentang sepak bola, tinju, politik, dan tentang masalah masalah ayah….
Rasanya… kedekatan kita sangat berarti bagiku ayah…..

Ayahku sayang….
Ingat tidak sewaktu ayah mengajarkan mencuci foto dan ayah memberi aku sekotak kertas foto untuk mulai dibuat modal membuat foto ?
Ingat tidak waktu kita membuat celengan berupa bambu buat menabung hasil foto ?
Aku bahagia ayah….

Ayahku sayang…
Saat ini aku rindu ayah….
Aku sudah selesai kuliah seperti keinginan ayah…
Aku juga sudah bekerja seperti keinginan ayah…
Aku juga sudah punya calon seperti keinginan ayah….
Ayah…aku ingin ayah melihat kebahagiaan aku saat ini….

Ayah… Doaku buatmu selalu kuberikan pada setiap helaan nafasku.

========================================
Pengirim : Ayu Aisyah Ulfa
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Dari ayah untuk Anaknya
  2. Ayah Baca Sampai Mati
  3. Surat Untuk Ayah
  4. Ayah
  5. Ayah
  6. Dendang cinta ayah bunda
  7. Ayah Juga Lupa
  8. Ayah, anak dan Burung Gagak
  9. Maafkan aku Ayah
  10. Ayah yang Sibuk
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]