Opini: Kamandanu
Kalo aku jadi raja minyak
Akan kujatahkan oil ku
Supaya mobil mobil gak bikin macet
Biar gak ada perang rebutan minyak
Kalo aku punya pabrik senjata
Gue jual gue rubah jadi pabrik tahu
Biar tentara gak saling tembak
Dan duniaku pun menjadi damai
Kalo aku punya surat HPH
Akan ku robek robek dan aku bakar
Supaya gak ada izin untuk membabat
Dan hutanku pun tetap lebat
Reff:
Kalau aku jadi presiden
Tolong beri tahu siapa yang curang
Supaya gak ada lagi kebobolan
Dan rakyatku pun jadi tenang
(Kalo Aku Jadi Presiden, SLANK: Lagi Sedih)
Mencermati isu isu yang berkembang akhir akhir ini, yang bergantian menghiasi headline di media media nasional, maka keempat isu inilah yang menjadi pusat perhatian; Minya, Perang, Illegal Loging dan korupsi. Di halaman depan beberapa media cetak nasional, mereka silih berganti menjadi primadona berita.
Coba dengarkan, lagu ‘Kalo Aku Jadi Presiden’ karya Slank dalam album Lagi Sedih ini sangat relevan sebagai kritik terhadap kasus kasus besar diatas. Semoga lagu ini juga didengar oleh mereka para penguasa dan bandit dalam kasus kasus itu.
Isu minyak, dari mulai masalah kebijakan pemerintah Indonesia yang menaikkan harga BBM, dan telah ‘mengadudomba’ masyarakat dimana mana. Kebijakan itu didukung oleh beberapa intelektual seperti Gunawan Mohamad, Rizal Malarangeng, dan Ulil. Namun banyak gerakan rakyat seperti PRD, HMI, IMM, LMND, Solidaritas Perempuan, SDI, Repdem dan banyak lagi yang menentang kebijakan tersebut, termasuk elemen mahasiswa yang berhari hari melakukan demonstrasi ke istana negara dan DPR. Bahkan beberapa kali sempat terjadi bentrokan yang berakibat jatuh korban dan pemenjaraan mahasiswa yang berdemonstrasi.
‘Rebutan minyak’, seperti kritik Slank, juga terjadi saat pemerintah Malaysia meng klaim Ambalat sebagai wilayah bagian mereka. Akibat rebutan itu, Indonesia dan Malaysia sudah bersiap siap untuk berperang rebutan wilayah yang memiliki kandungan minyak. Kalau slank yang punya pabrik senjata, mereka mau merubahnya menjadi pabrik tahu, biar tentara gak saling tembak..
Orang orang ramai menyiapkan diri untuk perang melawan Malaysia. Barangkali alasan mereka ingin berperang dengan Malaysia bukan hanya masalah rebutan wilayah Ambalat, tapi juga kesemena menaan pemerintah Malaysia yang menangani para Pahlawan Devisa (TKI) kita. Atau juga, dendam lama politik. Tapi sepertinya lebih kepada masalah hargadiri.
Sementara BBM tetap naik dan isu perang semakin memanas, tanpa sadar masyarakat ‘digunduli’ oleh ulah para pembabat hutan seperti yang terjadi di Papua, Kalimantan dan Sumatera. mereka bahkan membabat hutan tanpa izin dan perhitungan lingkungan. Hal ini jelas merusak kelangsungan hidup dan lingkungan Indonesia. Kalo aku punya surat HPH, Akan ku robek robek dan aku baker, Supaya gak ada izin untuk membabat, Dan hutanku pun tetap lebat…..demikian kritik Slank pada para pembabat hutan.
Dan terakhir, isu yang tidak pernah habis habisnya diberitakan media, adalah korupsi. ‘kecurangan’ – demikian menurut Slank – tidak berhasil diperangi oleh pemerintah lalu, yang lalu lalu dan pemerintah sekarang. Janji kampanye Presiden SBY hanya angin lalu saja. // Kalau aku jadi presiden, Tolong beri tahu siapa yang curang, Supaya gak ada lagi kebobolan, Dan rakyatku pun jadi tenang// , tapi Presiden SBY, biar sudah dikasih tahu siapa yang curang, tetap saja meloloskan para koruptor.
Membudayakan Kritik
Negeri kita masih terus membuka lowongan bagi kritikus kritikus tajam dan berani yang dapat berbahasa sederhana agar mudah dicerna oleh semua lapisan, untuk menumbuhkan kesadaran bangsa. Sebagai musisi, seperti juga Iwan Fals dan Ebiet, Slank telah mengajak masyarakat untuk kritis terhadap pemerintah lewat lagu lagu mereka. Masyarakat bawah diberi penjelasan oleh mereka, bahwa pemerintah bukan tuhan atau dewa yang perlu ditakuti, apalagi dibiarkan semena mena.
Masyarakat harus terus diingatkan, bahwa pemerintah adalah ‘Pembokat’ bagi masyarakat, yang artinya wajib melayani masyarakat. Sebagai pembokat, pemerintah tidak bisa semena mena mengambil kebijakan, apalagi itu merugikan rakyat banyak. Seperti kebijakan kenaikan BBM yang pada 1 Maret lalu dikeluarkan oleh SBY.
Dengan kritik terus menerus, terhadap segala ‘gerak gerik’ pemerintah, maka masyarakat telah turut menjalankan sistim demokrasi negara dengan baik. Kritik dapat berbentuk apasaja, sejauh itu efektif dan tidak merugikan masyarakat sendiri. Kritik terhadap pemerintah dapat dilakukan lewat; demonstrasi, pernyataan di media, artikel, puisi, cerpen, lukisan, karikatur, dan juga lagu seperti yang dilakukan oleh Slank.
Kritik lewat lagu yang dilakukan oleh Slank adalah bentuk kepedulian mereka terhdapa kondisi bangsa.
Depok, 15 Maret 2005
Penulis adalah penyair dan pengamat lagu Indonesia.
========================================
Pengirim : Kamandanu
========================================
Related posts:











