Pagi ini kulihat bayu merangkak pergi
Melambai mesra pada taufan kabir
Entah mengapa ada sepi pada mentari
Saat tabir terbuka, tersenyum dan menanti
Kenapa manusia tak ingin mati
Saat semua senyawa menjerit
Kenapa manusia menghindar pergi
Saat ingat dosanya setinggi langit
Kenapa manusia berlalu menangis
Saat ia tahu bahwa ia salah tadi
Kenapa manusia meratap sedih
Saat mengerti bahwa yang kekal abadi tak ada lagi
Manusia…
Kau dan Aku juga…
Manusia…
Merintih dan menangisi cinta…
Manusia…
Ternyata berhati juga…
Tapi kali ini tidak…
Saat tangisan darah melanda bah…
Saat deburan hati berpacu melewati cahaya…
Saat kekejaman tak lagi mengiba…
Yang ada hanya…
Pedih…
Duka…
Jerit…
Dan kecewa…
Manusia – Manusia…
Manusia bertopeng srigala
========================================
Pengirim : Kaniz Nafisa
========================================
Related posts:











