Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Menjemput Keabadian

Siapakah Tuhan?
Pertanyaan tololkah ini? Tapi, aku memang ingin bertanya tentang Tuhan. Siapa Dia, bagaimana rupaNya? Mengapa manusia cenderung menyembahNya?
Entah, masih percayakah aku pada Tuhan? Aku tidak habis mengerti, mengapa Tuhan tidak menciptakan kebahagiaan saja? Mengapa Tuhan harus menciptakan setan? Mengapa Tuhan harus menyeleksi manusia mana yang akan masuk surga atau neraka? Mengapa Tuhan membeda bedakan manusia yang semua adalah ciptaanNya? Jika memang Tuhan ada, seharusnya Tuhan manusia itu sama. Jika tidak sama, mengapa manusia memiliki komposisi pembentuk yang sama? Mengapa manusia dilahirkan di bumi yang sama?
Ataukah Tuhan itu seperti dewa dewa dalam dunia pewayangan? Lalu, mengapa masih butuh Arjuna untuk mengusir penjahat yang mengobrak abrik kahyangan? Bukankah Arjuna manusia saja?
Entah, aku tidak mengerti….
Apakah aku tidak lagi mengenal Penciptaku?
Nafasku memburu….ada apa dengan hatiku? Sedemikian kosongnya, sedemikian resahnya… Tuhan, jika kau ada, sapa aku disini…aku tergugu di pinggir kolam bundar kampusku, menyimak bayangku sendiri…kemarilah, kita bercengkrama, kembalikan aku pada jalanMu yang katanya lurus itu.
Aku pusing melihat polah manusia manusia di bumiMu ini. Aku tak ingin menjadi manusia buas dan rakus. Aku tak ingin menjadi manusia tanpa hati. Aku ingin keadilan untuk semua manusia. Tuhan, bunuh saja semua nafsu di bumi ini, biar tak ada lagi pertengkaran tentang makanan, pakaian, rumah, pendidikan, kesehatan, dan yang paling memuakkan…pertengkaran kekuasaan.
Biarlah, biar semua manusia miskin, dan Engkau yang paling kaya. Maka, semua manusai akan melihatMu saja, akan kembali padaMu saja.
Kemarilah Tuhan, lihat itu…para pekerja didepan sana yang tengah membangun mall dalam kampusku…mereka harus bekerja siang malam, untuk bisa makan dirinya dan anak istri. Mungkin anaknya putus sekolah, karena bbm naik membuat uang mereka tak cukup lagi untuk bayar uang sumbangan gedung sekolah yang angka nolnya enam buah. Lihat Tuhan, lihat baik baik… pasti Engkau yang mengukir mereka menjadi manusia.
Katakan Tuhan, masih bisakah aku percayakan milyaran manusia ini ditanganMu? Sebelum aku memilih bergabung denganMu…karena aku ingin benar2 menemukanMu, selama ini Kau begitu pengecutnya tak mau menjawab panggilanKU.
Tuhan, sudah sampai disini, tunggu aku di kursi tertinggiMu itu, entah dilangit keberapaMu.

========================================
Pengirim : salju
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Menjemput kematian
  2. Keabadian Kasih
  3. Ketika
  4. Sebuah keabadian sunyi
  5. Menjemput Impian
  6. Keabadian
  7. Manusia itu
  8. Pisau Keabadian
  9. Keabadian cinta
  10. Buah hati keabadian cinta
Previous Topic:

Cerita sejenis

Delapan musuh setan

1.nabi muhammad 2.taat 2orang tua 3.alim menjalankan 4.hafal alquran 5.pemimpin adil 6.pedagang jujur 7.kaya yang [Read More]

Ciptakan hidup sederhana

ada salah satu cerita pada jaman dulu yaitu pada zaman para sahabat rosululloh saw. namanya adalah Suud bin Masud bin [Read More]

Benarkah

Banyak orang menghabiskan waktunya entah kemana dan dimana. Serba tidak jelas dan tidak tegas. Atau tegas pada [Read More]

Perumpamaan

Untuk itu kita akan melihat apakah rahasia Injl Kerajaan, sebagai : SEORANG PENABUR : Rahasia Injil Kerajaan [Read More]

Pengobat DOSA dan MAKSIAT

“Ambillah akar akar kefakiran, daun daun kesabaran, ranting ranting ketawadhuan, kuncup kuncup kekhusyuan, bunga [Read More]

Pengumpul Hadist Nabi

IMAM MALIK Nama penuhnya ialah Malik bin Anas. Dia berasal daripada suku Zi Asbah kaum Arab di Yaman. Beliau dilahirkan [Read More]

Sejarah Kehidupan

Sudah ditinggal Wafat oleh kedua orang tuanya dan mertuanya.Hidup dengan dua orang anak yang sudah gede2 dan kini [Read More]

Apa arti Hidup

seperti pepatah bilang bahwa.. “sakit adalah arti dari sehat” dengan sakit kita tahu bahwa begitu nikmatnya [Read More]

Tahajjud Hijacker

Sehabis maghrib aku masuk dalam sebuah cengkrama. Kali ini tentang sosok seorang tokoh yang memiliki pengikut setia. [Read More]

Menuju Puncak

Lepaskan kegalauan hatimu, sambut angin segar pagi ini ambil semangat matahari yang membakar. berlari menuju kepuncak , [Read More]