untukmu korban gempa di Nias
aku tahu engkau mengerang
kesakitan mencari betadin, perban ; apa saja
demi menutup luka terhadap apa pun
: sudahlah ia memang pedih
aku paham engkau meringis
menggapai nan mampu menyelimuti
puingpuing nan retak
: usahlah menangis
tapi aku lupa beribadah sesungguhnya kepadaMu, Yang Maha Kuasa
kepada Engkau kami meminta beras, susu, betadin,
bukan aku lapar
bahwa aku kehilangan asa
apa saja
karena aku memang bejat
ya, Tuhan, kami ingin bertanya :
sudah berapa dosaku terkumpul?
sudah berapa hartaku kupakai
tidak di jalan Mu?
sudah berapa kumakan harta si pulan?
si yatim? si piatu?
biar kutahu, esok aku membuang godaan si marni, si sofie
biar nanti aku tak hamburkan si rupiah
kepada motel, hotel berbintangbintang di sudut kota besar mana saja di penjuru dunia
sudah berapa? airmata menitik demi erangan, ringisan, kepedihan?
sesungguhnya Engkau masih sayang padaku wahai Allah, Tuhan Yang Maha Pemaaf
masih diberi tempo untuk tobat untukku…
ampun ya rabbi, ya rahman, yaa rahiim
Padang, 06 April 2005
========================================
Pengirim : Boy Pramana Padang
========================================
Related posts:











