Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Dari ayah untuk Anaknya

Bahwa ayah memberikan pelajaran tentang hidup agar mudah dijalani dan tidak salah dalam melangkah walau pun salah melangkah dia mendukung dengan sepenuh hati

ayah selalu saja menunggu aku untuk kembali dia selalu merasa bahwa anak kesayangannya akan kembali setelah kejadian itu semua tapi harapan si ayah hanya kosong seperti angin yang berhembus aku sebagai anaknya tidak memperdulikannya entah sampai kapan kami saling membangun dinding kesombongan ini sehingga walau jarak begitu dekan tapi seakan jauh dan tanpa tau atau tidak mau tau keadaan orang yang ada dibalik dinding tersebut.

Kemarah dari anak ini beawal dari ketidak berdayaan si ayah untuk memahami dunia anaknya yang semakin canggih dan semakin tidak teratur

========================================
Pengirim : kurnia
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Ayah Baca Sampai Mati
  2. Untuk Ayah…
  3. Surat Untuk Ayah
  4. Ayah, anak dan Burung Gagak
  5. Surat Dari Ayah
  6. Ayah yang Sibuk
  7. Ayah
  8. Ayah
  9. Ayah dan Keledai
  10. Maafkan aku Ayah
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]