Pisaunya adalah hati dan rasa…
Pisau nya yaitu periksa…
pisau nya yakni mata…
Pisau nya sebagai makna…
kata dan perbuatannya
sipisau terselip di dirinya
untuk membunuh ketidak tahuannya
mencoba mengolah jiwa
seperti Cindua Mato
yang dekat dengan Jelata……..
dari ujung barat sampai ke sudut Utara
tuju pelosok dia membantu orang tak berdaya
Ya………
dia dengan pisau nya…..
Pisau yang tak pernah merajam sesama
hanya diasah di kala bertapa
juga waktu menikmati Sang Purnama…
atau pun bersama yang jelata
di saat membagi rasa…………
sekarang dia tiada..
sukma nya merana
kala…
melihat orang kaya…
menghamburkan harta.
di meja perjudian yang tak, tiada makna….
Sementara Sang Jelata….
tidak, tiada lah lagi begitu peka..
mereka berjuang semenjak pagi buta
mencari makan buat sang keluarga
Adakah sang penguasa…
ingat akan janji janji mereka….
tentu saja…
mereka hanya tidak bisa…..
Bisa si ular sanca….?..
tidak kawan atau teman serta sahabat..
tidak bisa dalam arti kata
mereka merampok berjamaah
tanpa merasa tergugah
dari Saf depan Imam berkata
mereka meng aminkan nya…….
hay………
sanak saudara…
jangan hilirkan saja ke Muara
bikin lah bendungan buat sang Jelata
biar masak padi mereka………..
mana kah pisau mu yang tajam itu
tidak kah kau lihat anak anak menangis pilu………
Pisau mereka sudah berkarat….
karena kekayaan semakin sarat?….
saat nya seseorang berpisau tajam
memotong padi dan berbagi
supaya semua bisa menikmati
tanpa meng acungkan acungkan pisaunya buat sesama…
atau menikam orang orang yang tak berdaya
yah sesama……….
pisau ………sau…….sau….sau…. sau……..
Vienna di awal musim bunga 2005
========================================
Pengirim : M.Tan Pangeran
========================================
Related posts:











