Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Tuesday February 7th 2012

Pisau

Pisaunya adalah hati dan rasa…
Pisau nya yaitu periksa…
pisau nya yakni mata…
Pisau nya sebagai makna…
kata dan perbuatannya
sipisau terselip di dirinya
untuk membunuh ketidak tahuannya
mencoba mengolah jiwa
seperti Cindua Mato
yang dekat dengan Jelata……..
dari ujung barat sampai ke sudut Utara
tuju pelosok dia membantu orang tak berdaya

Ya………
dia dengan pisau nya…..
Pisau yang tak pernah merajam sesama
hanya diasah di kala bertapa
juga waktu menikmati Sang Purnama…
atau pun bersama yang jelata
di saat membagi rasa…………

sekarang dia tiada..
sukma nya merana
kala…
melihat orang kaya…
menghamburkan harta.
di meja perjudian yang tak, tiada makna….

Sementara Sang Jelata….
tidak, tiada lah lagi begitu peka..
mereka berjuang semenjak pagi buta
mencari makan buat sang keluarga

Adakah sang penguasa…
ingat akan janji janji mereka….
tentu saja…
mereka hanya tidak bisa…..
Bisa si ular sanca….?..
tidak kawan atau teman serta sahabat..
tidak bisa dalam arti kata
mereka merampok berjamaah
tanpa merasa tergugah
dari Saf depan Imam berkata
mereka meng aminkan nya…….

hay………
sanak saudara…
jangan hilirkan saja ke Muara
bikin lah bendungan buat sang Jelata
biar masak padi mereka………..
mana kah pisau mu yang tajam itu
tidak kah kau lihat anak anak menangis pilu………

Pisau mereka sudah berkarat….
karena kekayaan semakin sarat?….

saat nya seseorang berpisau tajam
memotong padi dan berbagi
supaya semua bisa menikmati
tanpa meng acungkan acungkan pisaunya buat sesama…
atau menikam orang orang yang tak berdaya

yah sesama……….
pisau ………sau…….sau….sau…. sau……..

Vienna di awal musim bunga 2005

========================================
Pengirim : M.Tan Pangeran
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Pisau Keabadian
  2. Menari di atas pisau cinta
  3. Kencan Sang Penguasa
  4. Malam
  5. Membaca Jejak
  6. Kita Tak Seperti Mereka
  7. Kehidupan
  8. Di Kala Hujan Rintik Pagi Itu
  9. Dede dan Mia
  10. Bunda

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]