Dengan meregang antara indahnya kematian dan tangisku
engkau berada dalam terjalnya sebuah harapan tangisku
tuk hadir dalam dekapanmu
Tak bisa aku lukiskan bulir airmata yang tlah kau jatuhkan
dan tak pula aku mampu tuliskan semua dekap yang kau beri
denga penuh peluh kau berikanku nafas
dan detak jantung yang terus berdnyut hingga malam ini
Kerinduanku akan ucap bijakmu
tak dapat aku gantikan dengan petuah bijak pujangga sekalipun
airmata ini akan terus menetes di hati
di saat aku melihat keriput wajahmu
bertambah seiring dewasaku
Pinta dan doa slalu kucoba haturkan
hanya tuk sekedar memberi kan kuat hatiku
tuk slalu igat akan airmata yang tlah engkau
teteskan dalam keheningan malam ini
========================================
Pengirim : rendra
========================================
Related posts:











