Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Wednesday February 8th 2012

Aku Berubah

aku adalah seorang pria berumur 21 tahun. sewaktu SMA aku termasuk manusia yang kurang percaya diri, teman sedikit, malu untuk bergaul, minder, dan semua penyakit pergaulan. kalau disuruh berbicara didepan forum, tubuhku berkeringat, terbata bata dan lebih banyak kata kata tak berbobot.

dalam berinteraksi dengan teman teman, aku memilih untuk lebih banyak diam. aku takut jangan sampai apa yang aku bicarakan itu adalah jelek dan tidak disukai oleh teman teman. bahkan aku terkesan menyendiri, mengisolir diri, merasa pesimis dengan kemampuanku dan sering menyesal mengapa aku terlahir dengan keadaan seperti ini.

sewaktu masuk kuliah, tepatnya di FKG UNHAS angkatan 2001, semuanya berubah perlahan lahan. berawal dari mengikuti dengan rutin proses tarbiyah kampus, aku menemukan setitik suluh pelita. aku mulai lebih banyak berfikir akan hal hal yang berhubungan dengan pengalaman dan goncangan keminderan pada diriku. pernah suatu saat aku mengikuti lomba pidato pengembangan trainer.

saat itu keringatku mulai bercucuran, padahal aku belum naik podium dan belum berbicara. ketika namaku disebut, aku segera naik dan tanpa berfikir panjang aku memberanikan diri menyebut semua rangkaian kata kata yang terlintas dikepalaku dengan suara yang keras, terkesan gugup dan tak terangkai kata kata, aku tetap berani dan hasilnya tak terduga..aku juara dalam perlombaan .

sejak hari yang bersejarah itu, aku lebih banyak menghargai diriku, memberanikan diri dan selalu berusaha tampil dengan menawan. sekarang aku malah digelari “dewa orator” .aku menyadari bahwa kesuksesan pribadi tidak akan ditemukan pada diri orang lain karena kesuksesan itu telah di booking dalam diri kita.

tak perlu jauh jauh berkaca pada kemampuan orang lain, cukup dengan menghargai diri sendiri dan kita akan menemukan sebuah energi kosmik dalam diri, yaitu tidak meremehkan diri sendiri..kita harus percaya pada diri sendiri dan sering seringlah untuk berbicara dengan diri sendiri bahwa kita mampu untuk menginjak dunia dengan kedua kaki kita melalui saluran diri pribadi.

========================================
Pengirim : irfan aryanto
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Hatiku Tak akan Pernah Berubah
  2. Semuanya Berubah
  3. 3 hari berubah wujud
  4. Mengapa kau berubah
  5. Saat cinta berubah malapetaka
  6. Kau yang telah berubah
  7. Memahami Fenomena Berbicara
  8. Aku berubah, aku merubah, aku
  9. Berubah kah ?
  10. Sudah Saatnya Berhenti
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Teman ?

Awalnya pertemanan kita cukup sehat ..kita sahabatan..ada gw sendiri(tika),ada [Read More]

Mata Kuliah “Politik Cinta”

Mata kuliah politik, pertemuan pertama. Jurusan gw di gabung sama jurusan komunikasi. Gw liat di kanan depan ada [Read More]

Motor hondaku

Kadang gw kasihan liat motor Honda gw sendiri, hampir-hampir gak di rawat, di service dan di mandiin jg jarang. [Read More]

Maaf Aku Mencintaimu

Sebelum perkenalan dengannya Hidup ku sangat lah berjalan dengan baik, Aku Mempunyai keluarga, Sahabat, Karir, dan [Read More]

Aku Naik Haji

TEPAT pukul 15.45 Wib sore, pesawat terbangku baru tinggal landas meninggalkan Kota Palembang. Bandara Sultan Mahmud [Read More]

Ibda Binafsika

PAGI ini terasa sangat dingin sekali. Namun, tak menyurutkan niatku untuk mengambil wudhu, walau sedingin apa pun air [Read More]

Di Penghujung Tahun

Penghujung tahun akan segera tiba, namun apakah yang telah kita lakukan di tahun ini telah memiliki arti dalam [Read More]

My soulmate

Kurang nyaman sich kalau di kaitkan dengan budaya timur dimana kaum perempuan harusnya ada dalam posisi [Read More]

Pohon Nangka Tua

Tahun 1980 an daerah tempat tinggalku belum seramai sekarang. Masih sepi dan diliputi kisah mistik penduduknya. Setiap [Read More]

om….pimpaalaium….gammmbren

kosong…bukan berarti tidak bertempat. kosong di dipikiran termasuk mencapai dimensi lain dimana dunia bebas dari [Read More]