Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Senja, ketika ia tak untuk kita

senja, ketika kau pahatkan pada awan
segala kecewamu
yang katamu telah kau tumpuk
berhari hari
mendesahlah…
hempaskan pada angin
segala beban itu
karena kau tahu,
akupun mungkin tak dapat
membantumu memikulnya.

senja, ketika jingganya
tak mampu lagi suguhkan
ruang untuk kita
menyemai mimpi mimpi kita
seperti hari kemarin,
ketika bersama malam di genggammu
kau berlari tunjukkannya padaku
hingga akupun mampu menyaksikannya
bersama ekstase asa yang merona
penuh dengan tawa tawa kita.

senja, ketika hati hati kita
mulai terkapar
lunglai tak berdaya
di sini,
ditengah gelombang pusaran
labirin keputusasaan
yang juga terbuat dari rerontokan sisa mimpi mimpi kita

sayang, nampaknya senja itu
telah turut melumer
bersama airmata
yang mengaliri hati hati kita

tapi, masih pantaskah
untuk kita menangis??

========================================
Pengirim : rhe
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Ketika Lara diujung senja
  2. Senja Untuk Kamu
  3. Kubawa Senja Pulang ke Kota
  4. Senja Tamaram
  5. kita bertemu untuk memandang hujan dan membaca sajak
  6. Surat Untuk Senja
  7. Tiada jingga di senja, tiada rona di pagi
  8. Teguran Itu Untuk Kita
  9. Senja yang Hilang
  10. Untuk Teman Kita
Previous Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]