senja, ketika kau pahatkan pada awan
segala kecewamu
yang katamu telah kau tumpuk
berhari hari
mendesahlah…
hempaskan pada angin
segala beban itu
karena kau tahu,
akupun mungkin tak dapat
membantumu memikulnya.
senja, ketika jingganya
tak mampu lagi suguhkan
ruang untuk kita
menyemai mimpi mimpi kita
seperti hari kemarin,
ketika bersama malam di genggammu
kau berlari tunjukkannya padaku
hingga akupun mampu menyaksikannya
bersama ekstase asa yang merona
penuh dengan tawa tawa kita.
senja, ketika hati hati kita
mulai terkapar
lunglai tak berdaya
di sini,
ditengah gelombang pusaran
labirin keputusasaan
yang juga terbuat dari rerontokan sisa mimpi mimpi kita
sayang, nampaknya senja itu
telah turut melumer
bersama airmata
yang mengaliri hati hati kita
tapi, masih pantaskah
untuk kita menangis??
========================================
Pengirim : rhe
========================================
Related posts:











