Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Wednesday February 8th 2012

Kutu Kolong Hidup

Kutu kolong jembatan, menari direbak sang malam
Kutu kolong kehidupan, menari disepanjang jalan remang.

Sang yang menamakan dirinya maut telah merenggut,
Kemaren gempa, kemarennya lagi Tsunami dan kini musuh lama menyapa lagi, Polio.

Kolong jembatan itu masih pengap,
Sepengap hati para korban bencana itu�
Kolong Kehidupan itu kemudian senyap
Sesenyap ruang kosong yang mereka tinggalkan�

Ribuan nyawa, ribuan tangisan, ribuan kesenyapan
Serasa belum lengkap cerita hidup ini

Ribuan gelak, ribuan canda dan ribuan tawa
Masih samar dibalik kabut keadaaan dan alam.

Kutu kolong jembatan, masih adakah ruang tersedia untuk sang pencabut nyawa berikutnya?

Kutu kolong kehidupan, tiada keraguan untuk mengatakan iya.

========================================
Pengirim : dana
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Kutu Kupret
  2. Makna Hidup
  3. Dunia Sang Kutu Buku
  4. Hidup Bukan Untuk Hidup
  5. Hidup sangat berharga
  6. Perjuangan hidup
  7. Hidup Kami
  8. Jasa Ibu
  9. Komposisi Hidup
  10. Hidup Lebih Baik
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]