Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Kumpulan Puisi Perenialisme

MENGAKUI KEABADIAN TUHAN
(Buah Karya Afriantoni al Imrani)
G�ztepe, Kadık�y, T�rkiye, Salı, 7 Haziran 2005, Jam. 13.55

Kukatakan pada dunia aku lemah
Sebab kuasa Tuhanku atas diriku mutlat
Metode ilmiah apa pun yang kugunakan
Tetap kembali ke Tuhan aku yakin itu
Sebab tak ada peradaban teks tanpa Tuhan
Sebab tak ada era kodifikasi tanpa Tuhan
Sebab tak ada era modern tanpa Tuhan
Sebab tak ada era interpretasi tanpa Tuhan
Sebab tak ada peradaban alternatif tanpa Tuhan
Sebab tak ada era mekanik tanpa Tuhan
Sebab tak ada era digital tanpa Tuhan
Sebab takda peradaban emas tanpa Tuhan
Sebab tak ada era keilmuan tanpa Tuhan
Sebab tak ada era kejayaan tanpa Tuhan
Hakiki Tuhan adalah abadi
Hakiki alam dan dunia adalah fana
Hakiki keabadian dan kefanaan ciptaan sang Abadi
Semua manusia mengakui itu
Dengan ketaatan yang sempurna
Bukan taat dengan ketidaktaatan
Jadikan alam semsesta tempat mengkaji dan belajar
Bukan dengan kebebasan yang kebablasan
Sebab manusia laksana debu

(Di tulis di Istanbul Asia Turki di tengah tengah fenomena duniawi yang tak usai)

KESUNYIAN DALAM WARNA WARNI PIKIRKU
(Buah Karya Afriantoni al Imrani)
G�ztepe, Kadık�y, T�rkiye, Pazartesi, 30 Mayıs 2005, Jam. 13.55

Mendapati keindahan sang bidarai di tengah kesunyian
Kutawan dalam senyumku
Dalam tawa sendiriku
Aku senang dan bahagia
Dalam warna warni pikiranku
Walau kusadar dalam dunia fana
Sang bidadari juga fana juga aku
Aku di tengah kesunyian dan warna warni pikirku
Tetap kutekankan Allah segalanya�
Pengakuanku adalah kesempurnaan hidupku
Pengakuanku adalah kerangka hakekat hidupku
Pengakuan adalah kerangka nilai positifku
Karena antara aku dan bidadariku adalah bagian episode hidup
Yang mungkin tak bermakna tampa dimaknai
Memaknai hidup bukan lewat materialis
Karena ia bermakna tapi kosong
Karena ia bermakna tapi hambar
Karena ia bermakna tapi utopis
Maka kehakekatan adalah keutamaan
Keindahan sang bidadari di kesunyian pun termaknai
Dirangkai bersama menuju hakekat
Bidadari harus menyadari semua
Aku dalam warna warni pikirku
Berkata semoga dan kuberdoa semoga
Allah senantiasa melindungimu
Duhai bidadariku, dalam hidup fana
Mencapai keabadiaan hidup

(Di tulis di Istanbul Asia Turki di tengah tengah fenomena duniawi yang tak usai)

MEMAKNAI EKSISTENSI DIRI
(Buah Karya Afriantoni al Imrani)
G�ztepe, Kadık�y, T�rkiye, Pazar, 29 Mayıs 2005, Jam. 21.22

Aku ditengah kegalauan nurani yang terkurung
Karena satu persatu hatiku masih bertanya
Tanya yang kadang tak bermakna
Siapa aku ?
Mau apa aku ?
Kemana aku ?
Masih terus terjadi dalam perdebatan hati
Dalam kegalauan nuraniku
Semua terkurung dalam tanya
Aku memang kara yang sulit dijelaskan
Ketika aku yakin eksistensi diri
Aku menggugatnya karena eksistensi
Kedirian cendrung menafikan Tuhan
Karena bermain dalam kata dan bahasa
Ketika aku gugat sebuah eksistensi
Aku tetap belum menjawab
Sebab memang kegalauan selalu terjadi
Kuncinya adalah kembali kepada Al Quran
Waris yang mungkin dianggap sakral oleh kalangan tertentu
Tapi bagiku memang sakral.
Karena satu pahamku
Hari ini, saat ini, nanti dan besok
Pahamku akhir zaman
Mengapa manusia tak sadarkan diri
Semua karena keterlenaan yang terpancar oleh perbuatan manusia

(Di tulis di Istanbul Asia Turki di tengah tengah fenomena duniawi yang tak usai)

MENGGUGAT KEKACAUAN JIWA
(Buah Karya Afriantoni al Imrani)
G�ztepe, Kadık�y, T�rkiye, Pazar, 15 Mayıs 2005, Jam. 11.45

Kekacauan berpikir adalah sumber kehancuran dunia
Kekacauan jiwa sumber kehancuran kehidupan
Kekacauan nurani sumber kematian hati
Kekacauan kehidupan sumber kehancuarn dunia
Kekacauan alam sumber ketidakberesan manusia
Kekacauan manusia sumber kehancuran alam
Kekacauan alam sumber kerusakan manusia
Kerusakan manusia akibat teknologi yang tak terkendali
Kerusakan manusia bukan pada penampilan materi
Kerusakan manusia ada pada kehilangan iman
Semua terjadi setahap demi setahap
Kugugat jiwa yang kacau dengan cahaya iman

(Di tulis di Istanbul Asia Turki di tengah tengah fenomena duniawi yang tak usai)

MANUSIA YANG TAK USAI
(Buah Karya Afriantoni al Imrani)
G�ztepe, Kadık�y, T�rkiye, Pazar, 15 Mayıs 2005, Jam. 11.45

Aku bagian dalam hidup yang tak usai
Manusia selalu dimaknai binatang yang berbicara
Atau sebagai pekerja yang bahagia
Atau lahir dari proses evolusi
Semua teori tentang manusia selalu timpang
Eksistensialis pun dimakna timpang
Karena diaduk aduk dengan spritualisme
Tapi sekali Karl Marx bicara
Semua mengangguk setuju
Sosialisme yang gombal
Menjanjikan kebersamaan dalam penguasaan aset juga gombal
Akhir dari ekstrimisme ini adalah komunisme
Lahir dari seorang Lenin yang seperti Tuhan
Pada hakekatnya mereka bertanding berjuang
Menggugat keusaian manusia dalam kebersamaan
Karena belenggu kapitalisme yang jahat
Mencengkram kuat permodalan dan alat produksi
Model dimodifikasi dengan modal
Namun tetap terjadi kesenjangan ideologis

Cuma, 20 Mayıs 2005
(Di tulis di Istanbul Asia Turki di tengah tengah fenomena duniawi yang tak usai)

========================================
Pengirim : Afriantoni Al Imrani
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Kumpulan Puisi Tulus
  2. Kumpulan Puisi Tentang Ibu
  3. Kumpulan puisi
  4. Kumpulan puisi (Pramboedie)
  5. Kumpulan Puisi 2 Hari
  6. Kumpulan puisi Firman Taqur
  7. Kumpulan Kata Mutiara (2)
  8. Menggugat Peradabaan Teks
  9. Kumpulan Kata Mutiara (6)
  10. Puisi puisi luka
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]