Turun dari Bis yang penuh sesak oleh penumpang rasanya bagai lepas dari maut.
Itu saat saat aku mencoba hidup sebatang kara tanpa sanak keluarga, disebuah kota kecil, dimana kugantungkan hidup dan cita citaku hingga saat aku menulis ceita singkat ini.
Hari, bulan dan tahun berganti….
tak terasa lima tahun aku dikota ini, selama itu pula hidupku BURAM. Hari hari kulaui bagai air di sungai, mengalir begitu saja, tanpa ada perjuangan dan hasil.
Tiba saat aku merasakan jatuh cinta….
Semua berubah dalam diriku, aku yang kemaren begitu lugu, pemalu bahkan sifat “anak kampung”ku tidak banyak berubah, karena aku memang berasal dari sebuah kampung/desa yang sangat jauh dari keramaian.
Aku tak tau apakah ini yang dinamakan cinta lokasi, tapi bagiku ini cinta yang benar benar kurasakan dalam hidup, cinta yang telah memuat aku terpuruk hingga aku merasa kehilangan jiwaku sendiri.
To Be Continue
========================================
Pengirim : 143
========================================
Related posts:











