Sudah tiga purnama aku diseberang
Melawan rindu bersama orang
disini aku sepi, menyendiri tak berteman
Kasihku kini jauh dimata
Tak tahu hidup dengan siapa
Masihkah dia seperti yang dulu?
Terasa rapuh menyelinap ditubuhku
Meradang menerjang tinggal tulang
waktu kau ucap kata pahit itu
Mengapa, mengapa harus itu?
Tidak adakah pilihan lain bagiku?
Semuanya sudah harga mati
Tak ada tawar seperti di pasar
Apalagi diskon sekedar keringanan
Untuk apa tangis itu?
Untuk apa keringat itu?
Hanya jadi sia sia belaka
Saat kau ucap kata pahit itu
========================================
Pengirim : Mukhamad Leo
========================================
Related posts:











