Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Mengenang bersama Dirimu

Kenapaku harus mengenangmu
Hanya karena aku pernah mencintaimu
Itu sebenarnya tak terkisah, hanya harapan untuk meraihnya
Sejauhnya waktu aku hanya bisa menerima dirimu

Adakah tulusnya cinta, hanya karena cinta itu tak terjawab
Atau mungkin karena rasa yang hanya dibiarkan tanpa sebab
Dan kini sebenarnya sudah terjawab, dan dengan segala penyebabnya
Karena cinta itu telah temukan satu jalinan kasih bersama

Dan siap arungi dengan bahtera dan cinta
Dengan cinta pulalah, aku hanya mengenangnya
Bukanlah hanya untuk sekedar mengingat
Pada cintaku yang tak pernah tertambat

Bukankah kenangan adalah cinta dan tetap terus terjaga
Karenanya aku bisa rasakan pilu dan birunya cinta
Kepadamu, harapku hanya doa dan restu langit ada padamu, semoga bahagia
Cintaku hanya sebatas untuk mengenangmu, selamanya
Semoga tak dapat melupakan dirimu, maafkan aku

sekilas wajahmu yang ku tahu

Tak tahu aku harus berkata apa
Tentang cinta dan hidup, semua telah sirna
Yang lalu hanyalah sisa, namun penuh makna
Yang lalu jugalah, akan kusimpan dalam semua rasa

Walaupun jawaban semuanya telah kudapati
Tapi mengapa semua ini terjadi pada diriku kini
Waktu yang terlewatkan, ada saat yang terabaikan
Dan umpatkan semuanya dalam kepalsuan

Hidup tak sebatas apa yang hendak dipegang
Namun sisa sisa yang lalu tentangmu, akan terus terkenang
Hanya nafas mendesah angin debu tak bisa dikejar
Bukankah setiap kisah kehidupan adalah lembaran yang telah tergambar

Tak tahu aku, hanya sisa waktu yang kupunya
Dan mungkin akan menambah suatu cerita
Mungkin pula ada yang duka dan suka mengiringi
Tak tahu aku, mungkin hanya sekilas asa cinta tapi begitu berarti pada diriku sampai nanti.

========================================
Pengirim : dana
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Bersama Dia yang Telah Pergi
  2. Mengenang seorang Mahatma Gandhi
  3. Dirimu yang kusayang
  4. Karena dia itu adalah dirimu
  5. Bungaku bersama kasihnya
  6. Mengenang Kepergianmu
  7. Betapa berartinya dirimu
  8. Lika Liku Diriku dan Dirimu
  9. Mengenang Fallujah, Najaf dan Karbala
  10. Mengenang Ibu

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]