sekian lama kutatap kau
dengan seribu satu macam rasa
namun hatimu tetap beku
dalam dinginnya jiwamu
waktu berjalan lambat
menghitung setiap detak
gunung es itu luruh
musim semi pun tiba
jiwaku dan jiwamu menari
dalam alunan simpomi cinta
bunga bunga cinta bersemi
seiring hangatnya sang mentari
hingga kusayat cintamu
buat ilusi yang semu
semua hening, beku
menggigil dalam badai asmara
saat hampa jiwaku
terlantun kata maafku
luruh cintaku sirna mimpiku
dan kau hilang entah dimana
bertaut asa pupus
ku taut kembali jiwaku
kucari kau disana di hatiku
entah di belahan jiwa yang mana
========================================
Pengirim : KID
========================================
Related posts:











