Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Thursday February 9th 2012

Sayap Patah Negeriku

sebuah pemandangan menyayat hati. terhampar didepan tanah kering ada “gubuk gubuk” reyot. sekitar 20 25 pohon pisang layu, daunnya kekuning kuningan, pohon mangga mengering tak berbuah, “ayam ayam” berkeliaran, “anak anak” kecil berlarian tak jelas apakah bisa makan sebentar atau tidak, parit tersumbat sampah yang airnya berwarna hitam mengeluarkan bau menusuk hidung, aroma bau keringat menyelimuti, gundukan sampah adalah teman setia, badan tak beralas pakaian dengan tulang tulang menyembul keluar tertutup kulit keriput hitam dan pucat.

gambaran diatas adalah kondisi realitas sebuah kampung sunyi yang bernama “indonesia”. tak sesuai dengan nama yang ada memang.terletak di pinggiran peta dunia, disekitar megah bangunan bangunan pencakar langit dan dikelilingi oleh perkembangan perkembangan teknologi yang menggurita, seakan seorang pengemis lugu ditengah kerumunan eksekutif eksekutif kelas wahid, atau bisa juga ibarat seorang bayi ego diantara kumplan raksasa bergigi taring dan mengeluarkan cairan nanah menyembilukan pribadi menohok pra kematian.

tentu saja hati ini terbesit pilu saat mata terbentur pemandangan seperti ini. tentu saja tak lazim untuk ukuran indonesia yang kata para sejarahwan, filosof filosof, sastrawan dan budayawan bagaikan batu zamrud di tengah gersangnya padang pasir. tetapi apa mau dikata. ini adalah realitas, bukan main main apalagi lelucon, olehnya sebuah kewajaran bila indonesia kaya lahir tapi miskin bathin ini menyapa sisi kemanusiaan kita. sebagai anak ibu pertiwi yang tak pernah melahirkan, bergerak untuk mengangkat derajat bangsa, mencerdaskan jiwa ruhani yang tergolek, serta menyadarkan kematian kebebasan bagi orang lain adalah tugas kita, yaitu para pemuda islam yang berasal dari sayap sayap cinta Rosul dan sahabatnya yang sekarang telah terbang duluan kelangit ke tujuh.

hasil kerja kita sebagai pemuda?
jawabannya bukan saya, anda atau kalian yang akan menemukannya, tetapi mahluk mahluk tanah jua yang akan menjawabnya. mahluk mahluk ini hidup dari keringat keringat para pemuda pemudi yang jatuh ketanah karena bekerja di institusi ALLAH (red:islam) walau merintih kesakitan.

indonesia memang seperti kampung pesakitan, tetapi pemuda indonesia harus menjelma menjadi mahluk modernitas yang beradab…

========================================
Pengirim : irfan
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Kampung namanya indonesia
  2. Sayap yang tak pernah patah
  3. Sayap Patahku
  4. Sayap Sayap Menggapai Langit
  5. Aku
  6. Membakar Sayap Cinta
  7. Sayap sayap Senja
  8. Aku, Burung dan Sayap
  9. Patah Hati
  10. Laras, Sayap dan Dewi Fortune
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Kita Orang Yang Terpilih

Dalam sebuah kisah pengembaraan seorang manusia dari bayi hingga menjadi seorang manusia yang sudah mengerti mana yang [Read More]

Kakek Tua dan Segenggam Beras

seorang kakek tua renta dengan baju lusuh dan karung dekil di pundaknya dengan nafas terasa sesak dengan mata berkaca [Read More]

Hidup di Jakarta

rintik hujan yang turun membasahi bumi jakarta,tempatnya kaum urban yang mengadu nasib. Dalam ketenangan dan himpitan [Read More]

Aku berubah, aku merubah, aku

Pada porosnya dunia berputar 24 jam sehari, gelap dan terang merupakan bagian dan element dari perputaran dunia. Dunia [Read More]

Prasangka / Praduga

Prasangka bisa di artikan kata praduga. Dengan arti tujuan yang di duga masih terlalu dini untuk di simpulkan. Di duga [Read More]

Manusia berpunuk

Bercita cita setinggi gunung yang siap meledak. bila di rentangkan akan seluas samudra biru. sedangkan engkau di [Read More]

Polyraga dan Monojiwa

Raga ini tercipta dengan berbagai bentuk dan keunikan masing masing. Dengan sedikit tambahan pernak pernik dan [Read More]

Bagus dan Usaha

Bagus itu relative tetapi usaha itu mutlak. Manusia berparas bagus adalah relative, tergantung selera manusia lain yang [Read More]

Dunia tanpa cikal bakal

Hidup tanpa tujuan merupakan hidup yang hampa. Hampa merupakan suatu ruang sendiri yang menyita waktu dan mengarahkan [Read More]

Kemiskinan

zaman serba moderen sekarng ini masih banyak masyarakat yang miskin baik miskin pengetahuan ataupun kemiskinan materi, [Read More]