Kekuatan adalah kemenangan. Kekuatan berarti pula kekuasaan. Kekuatan dapat juga diartikan sebagai keberhasilan dalam menyatukan dan memanfaatkan segala potensial yang berada dalam satu ikatan atau forum. Kekuatan adalah sebuah fenomena yang akan terus bergilir. Sesuatu yang akan selalu berhanti.
Tidak hanya bertumpu pada satu waktu dan satu golongan saja , akan tetapi pada suatu masa , akan ada perubahan serta berganti kepada sesuatu yang lain. Berbicara pribadi maka kekuatan tak memberikan manfaat dan faedah yang sangat berarti. Boleh jadi kemanfaatan itu hanya untuk diri masing masing saja yang semua individu dapat menggapainya. Kekuatan yang terstrukturlah yang penting.
Kekuatan yang akan menggapai kekuasaan baik ditingkat mahasiswa, ataupun Negara. Seringkali kita melupakan hal ini, sangkaan hanya berputar dikepala kita bahwa kekuatan bila diatara kita terdapat seorang manusia yang memiliki potensi yang amat jarang ditemukan. Sebut saja si ogi. Ogi adalah seorang mahasiswa fakultas G yang menjalani semester T.
ogi adalah sesosok yang cerdas, aktif dalam semua organisasi baik ekstra maupun intra, namun itu belum menunjukan sesosok yang mampu mengadakan sebuah perubahan secara public. Keberadaan ogi di fakultas G, sejak semester awal hingga kini, belum memberikan sumbangsih terhadap pengembangan kualitas mahasiswa, melainkan menambah sebuah image dan persangkaan yang selama beberapa decade tidak pernah berubah difakultas itu. Kualitas yang ditampilkan ogi cs, memang sangat menjanjikan.
Memukau. Mengundang decak kagum. Menghamparkan tepukan tangan kesalutan, dan boleh dikatakan sebagai sebuah idealisme ditengah kerasnya zaman liberalisme yang kian menguatkan budaya chauvinisme, egoisme, pasifisme, dan galaunisme. .Dengan semua kelebihan yang dimiliki Ogi cs, tentu saja akan sangat menjanjikan untuk meningkatkan kualitas fakultas yang ditempati.tapi belum cukup. Kekuatan semacam ini yang kecenderungannya lahir dari kualitas seseorang maka akan lahir pula dari rahim tersebut sebuah pengkultusan atau penokohan.
Setiap penokohan yang lahir dari dan untuk sebuah perubahan, bisa bisa hasil perubahan yang didapatkan pun akan setengah setengah. Efek yang muncul pun tidak main main. Orang orang hanya akan mengkaitkan sukses perubahan itu pada satu orang, memandang remeh orang orang yang sebenarnya telah berkontribusi besar dalam perubahan dan bahkan menempatkan seorang tokoh lebih dari penempatan eksistensi pasca sebuah perubahan. Mesti diingat, bahwa sesungguhnya setiap keberhasilan tidaklah berjalan sendirian, apalagi diraih dari cabang akal dan kerja satu orang. Sebaliknya.
Perubahan adalah hasil kumulasi dan kolektif dari gerak langkah bersama, saling bahu membahu, rela berkorban dalam komunitas serta dengan tulus berkontribusi tanpa adanya setitik tendensi atau kepentingan pribadi yang berkedok kepentingan umum. Memang harus diakui, bahwa tidak semua orang orang yang berada dalam komunitas yang terbentuk untuk tujuan perubahan memiliki “kejiwaan� yang sama. Pasti ada saja yang memiliki niat sampingan dengan mengandalkan kerja bersama untuk keinginan sendiri.
Tentunya sah sah saja. Tapi tidak sah bila dijadikan alasan untuk menuntut secara berlebihan bahwa mereka yang berada dalam komunitas itu haruslah baik semua dan patuh semua. Tidak bisa tentu. Aku, kamu dan kita semua bukanlah sesosok malaikat bersayap dengan hati yang abadi suci dan perilaku yang siap menurut apa saja yang menjadi bagian loyalitas terhadap komunitas. Kita juga bukan mahluk iblis semua, yang hanya berbuat salah melulu dan kejahatan. Kita juga bukan binatang yang sulit untuk di ingatkan pada kebaikan dan sukar dituntun pada fitrah yang sesungguhnya. Kita ini manusia. Kadang berbuat mulia seperti malaikat, terkadang beringas seperti iblis atau sering berlaku bodoh ibarat binatang.
Sehingga dengan mengetahui dinamika berkomunitas, maka kita pun memahami dengan baik rekan rekan seprjuangan kita. Dengan demikian maka perubahan yang akan menghasilkan kekuatan yang terstruktur dengan masyarakat sebagai obyeknya tentu akan mudah tercapai walaupun dengan waktu yang tidak diketahui sampai kapan.
Yang terpenting selama perjalanan menuju cita cita yang ingin dicapai, persatuan dan ikatan hati tidak tercerai berai, kesatuan tidak berhamburan dan ukhuwah tidak hanya jadi slogan semata…insya Allah kita akan terus melangkah bersama, bergandeng tangan, menguatkan bagi yang lemah, mengarahkan bagi yang kuat, mengarahkan awam dan diarahkan berpedoman dengan Alquran dan Assunnah…wallahu alam.
========================================
Pengirim : irfan
========================================
Related posts:











