Intisari Cerita & Artikel Indonesia Terbesar
Tuesday February 7th 2012

Rapuh Kah ?

tegar namun tak terlihat tegar..
rapuh namun tak ingin di katakan rapuh..
berdiri namun terlihat goyah..
bertanya tentang sebuah kebahagiaan darinya..
hanya seringai kecil sebagai jawabannya..
terluka..?? sebuah pertanyaan datang padanya..
tak ada jawaban hanya sebuah tatapan kosong yang mengisyaratkan sesuatu…
ya.. dia terluka…
namun mengapa terlalu angkuh untuk mengakuinya…
mengapa terlalu tinggi tembok yang terbangun pada kisi hatinya…
“jangan lagi bertanya padaku”..
aahhh..dia bersuara ternyata…
tapi terlalu lirih untuk di dengar…
kau perlu sebuah sandaran..??ada sebuah tawaran untuknya..
tatapan tajam menjadi jawaban untuk itu…
“buang basa basi mu”
“hei mengapa??” kau begitu angkuh..
buang keangkuhanmu..
setengah beranjak dia berujar..
“keangkuhan ku menyelamatkan ku dari penderitaan”
“tembok tinggi ku menyelamat kan ku dari keserakahan dan kemunafikan”..
“cukup matahari menjadi penghangat ku”..
“cukup rembulan menjadi selimut malamku”.
“cukup bumi menajdi sandaranku”
“aku hanya percaya pada semestaku”..
aahhhhhhh..kau adalah manusia rapuh yang coba menutupi kerapuhanmu..dalam tembok tinggi keangkuhan mu..
samar namun jelas di gendang telingaku..
senandung lirih yang dia gumamkan..
senandung yang membuat berdiri bulukudukku..
perlahan dia melangkah..
sebuah tangan menahannya..
heii..akan kemana kau…
“aku akan menemui TUHAN ku”..
“disana sebuah cinta abadi menantiku”..
dan dia pergi meninggalkan sejuta tanya dalam benakku.

========================================
Pengirim : larahati_adinda
========================================

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Rapuh
  2. Rapuh
  3. Mom, Aku Rapuh Karna Dia
  4. Rapuh
  5. Terhunus Aku Saat Kau Ucap
  6. Rapuh
  7. Tembok Studio
  8. Kenapa Harus ?
  9. Langkah Rapuh
  10. Jiwa Dalam Pasungan
Previous Topic:
Next Topic:

Cerita sejenis

Rasa

Dia datang… Datang lagi dalam rasa Rasa yang terus menghantui relung hati Aku tak kunjung lelah Ini sudah pasrah [Read More]

Bunda

singgahlah ia sejenak mengingat masa kecil di kala ia lapar, tiada hambar bunda menyuapi pernah sang bunda menangis [Read More]

Waiting List

“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas [Read More]

Bigotry

Apa benar kau ingin membunuhku Karena aku masih berdiri Kamu tidak bisa mencuri apapun Karena aku tidak memiliki apapun [Read More]

Tentang tulisan

bisakah kau dengar bisikkan itu bisikan dalam buku berpena yang telah kau ukir dulu dan kau lupakan begitu saja [Read More]

Derai bulan Juni

Derai bulan Juni bawa laraku lari Derai bulan Juni pinta rasaku pergi Memuai bersama segara yang tak berani Janjikan [Read More]

Loteng 16 Tangga

Seberkas kilat membuncah pelangi di otakku Sahara mendung berpapasan dengan pagi buta Merendakan altar jeda yang [Read More]

Bukan JILBAB Ini

Semua tlah dimuntahkan dari mulutnya Entah dari hatinya Tapi semua kata-kata itu terasa sangat menyakitkan Tapi tenang [Read More]

Jeritan Sebuah Hati

Tertunduk kaku di keheningan malam Tiada kata yang dapat kuucapkan Diriku Kecil Diriku Terlalu Kotor dihadapanMU Aku [Read More]

Makhluk Ciptaan Tuhan

Inilah makhluk ciptaan tuhan yang anggun itu, Bila di dekatnya debarkan jantungku, Bila di tatapnya ingin menggodanya [Read More]