tegar namun tak terlihat tegar..
rapuh namun tak ingin di katakan rapuh..
berdiri namun terlihat goyah..
bertanya tentang sebuah kebahagiaan darinya..
hanya seringai kecil sebagai jawabannya..
terluka..?? sebuah pertanyaan datang padanya..
tak ada jawaban hanya sebuah tatapan kosong yang mengisyaratkan sesuatu…
ya.. dia terluka…
namun mengapa terlalu angkuh untuk mengakuinya…
mengapa terlalu tinggi tembok yang terbangun pada kisi hatinya…
“jangan lagi bertanya padaku”..
aahhh..dia bersuara ternyata…
tapi terlalu lirih untuk di dengar…
kau perlu sebuah sandaran..??ada sebuah tawaran untuknya..
tatapan tajam menjadi jawaban untuk itu…
“buang basa basi mu”
“hei mengapa??” kau begitu angkuh..
buang keangkuhanmu..
setengah beranjak dia berujar..
“keangkuhan ku menyelamatkan ku dari penderitaan”
“tembok tinggi ku menyelamat kan ku dari keserakahan dan kemunafikan”..
“cukup matahari menjadi penghangat ku”..
“cukup rembulan menjadi selimut malamku”.
“cukup bumi menajdi sandaranku”
“aku hanya percaya pada semestaku”..
aahhhhhhh..kau adalah manusia rapuh yang coba menutupi kerapuhanmu..dalam tembok tinggi keangkuhan mu..
samar namun jelas di gendang telingaku..
senandung lirih yang dia gumamkan..
senandung yang membuat berdiri bulukudukku..
perlahan dia melangkah..
sebuah tangan menahannya..
heii..akan kemana kau…
“aku akan menemui TUHAN ku”..
“disana sebuah cinta abadi menantiku”..
dan dia pergi meninggalkan sejuta tanya dalam benakku.
========================================
Pengirim : larahati_adinda
========================================
Related posts:











