Pada dahulu kala hiduplah seorang anak yatim dan ibunya didesa dekat
pantai, anak yatim itu dan juga ibunya hidup sangat miskin, anak yatim
itu bernama Mamad. Pada suatu saat Mamad dan ibunya pergi ke hutan
untuk mencari kayu bakar, pada saat keluar dari hutan ada para perampok
kayu bakar, disana mereka menunggu orang yang membawa kayu bakar
dari hutan untuk diambil, karena kayu bakar mempunayai harga jual yang tinggi.
Pada saat keluar Mamad yang umur masih 12 tahun ini dihajar hingga
babak belur oleh anak anak berumur 17 23 tahun ini, dan oleh ibunya di bawalah
Mamad ke rumahnya untuk diobati.
Pada saat setelah diobati, Mamad sangat kesal dan benci dengan para
perampok kayu bakar tadi, si Mamad ingin membalas perbuatan mereka,
tapi berhasil di hentikan oleh ibunya, kata ibunya Mamad adalah anak
satu satunya dan sangat disayang oleh ibunya, Mamad selalu sayang
kepada ibunya, dan akan selalu menjaganya apapun yang terjadi, itulah
sumpahnya.
Keesokan harinya, Mamad disuruh oleh ibunya untuk pergi ke pasar
Mamad pergi ke pasar, dan bertemu dengan perampok yang kemarin
merampoknya, Mamad langsung saja mengajak mereka berantem, tapi
berhasil dilerai oleh tukang penjual daging, katanya para perampok itu
bersenjata tajam, akhirnya Mamad menurunkan niatnya, dan Mamad
pulang dengan membawa daging yang diberikan oleh tukang penjual
daging dengan gratis.
Mamad dan ibunya pergi ke kapal untuk bertransmigrasi. Pada saat malam
hari Mamad menggigil kedinginan, dan ibunya memeluknya agar ia tidak
kedinginan. Pada saat pagi hari Mamad kelaparan, lalu ibunya punya sepotong
roti, dan pada akhirnya ibunya memberikannya, lalu di kapal Mamad dan ibunya
bertemu dengan kakek yang matanya buta, ia kelaparan dan Mamad
memberikannya roti yang hanya tinggal satu.
Mamad dan ibunya tiba dipulau Irian jaya, lalu ibunya segera
mencari tempat untuk mereka tinggal, ibunya berkerja keras agar bisa mendapatkan penghasilan dan mencari tempat, dan pada saat itu Mamad sakit, tapi ibunya ber
juang keras agar Mamad sembuh, pada saat hujan yang sangat deras,
dan pada saat itulah Mamad meninggal dunia, ibunya terus menemaninya,
dan akhirnya ibunya juga meninggal dunia, karena tidak pernah makan, dan
selalu memikirkan Mamad.
========================================
Pengirim : Galih trias farobi
========================================
Keywords :
- cinta seorang anak tukang batu cerpen
Related posts:











